Tuesday, 14 December 2021

Truth and Love

Time pointing at 2 p.m
Yet here I am sitting alone
Too tired to sleep
Just keeping my mind steady
And yet
I am still thinking about you
That time seem don't want to stop for me
Lost while trying to peek into your heart
Now I lost empty and stranded
With no feeling nowhere to be found
I thought, I won't sing the same sad song, twice
But this kind of emotion, 
like to play in repeat within my mind
So please, just once
Let me hear the song of your heart
While looking at your face full of love
I really want to hear it
I am so badly want to understand it
Become I knew I was never wrong about you

No matter how loneliness killing me slowly
Or how badly my disease corrupting my body
I am still believe
I will see you again
Maybe not in this time, 
Maybe in another life, 
After all, it's just like what I always hope for
I won't ever lose you this way
I don't need any reason to love right? 
Because I won't ever able to convince you
And yeah, 
I will eventually become your memories
I am smiling yet it so damn hurt
Even my tear could look this bright
So please, just once
Let me hear the song of your heart
While looking at your face full of love
I really want to hear it
I am so badly want to understand 
Even though there's someone else
Which you staring so deeply right now

Let me hear it, the song of your love, 
So I can look what love really is
And I could once more believe
That this love song is real
And I swear
I am already accepting my past
No matter what memories and regret
I swallow it all as a whole 

Now, I tried to sing my own love song
So It will remind me of you
Even though there's someone else
Which you staring so deeply right now
But my love song won't end
Because I had met you
That's the truth and love


Saturday, 17 July 2021

My Kids Name

There's a lot has happened recently. World doesn't look good to nowadays. Thinking about pandemic and government, only brought myself down. I tried to take a breather, by spending my precious weekend, watching anime, I'm glad, I picked the right one. I just finished watching Assassination Classroom. The story are goods, it's about a special class, having a special task, to study, to kill, and to grow. I won't spoil anymore of the stories, because I don't want to ruin, anyone who hadn't watch it. 

This movie leave a lot of bright motivation to my life, and also a lot of tears. Well, kids, if you ever wonder, what the meaning of your name is. That movie has kinda inspired me, to gave you name Novel and Saga. You must be wondering what kind of name is that, Novel and Saga are more like stories right, well you're half right, but it doesn't mean I want you to be a writer or something. Honestly, I used to think, I wanted to be one but I guess I don't have that kind of talent, so I ended up admiring it. 

You know, as a kid, you can't choose what kind of parents you would have, or what kind of family you would ended up with in this life. That's why, I don't want you to think so much about me or your mom, because unlike you, we choose to give birth to you, to raise you, to protect you and nurturing you. That's why you, owes as nothing. Like both of your name, Novel and Saga, I wish you life your live proudly, walking in your own path, chasing your own dreams, and make a life full stories. That kind of Novel and Saga, that I wish having in both of you. And like any other stories, it won't just full of joy, sometimes even sadness and sorrow might come around the corner, hardship, teamwork, friendship, betrayal, justice, and unfairness, everything will mixed up in that stories, but I would always pray that you guys can overcome any of that. So you can come up like a protagonist should, full of joy and kindness. 

Remember, your name are just like the cover of any books, it won't mean that much, what really matters is what you guys have inside, in your heart and in your mind. I hope I can hear the full stories of your life. 


























PS: I wrote it, when I'm still single, living on monthly paycheck, depressed by the pandemic, and work. But I earnestly gonna give you guys this name. 

Wednesday, 19 May 2021

As I stare to the skies that night,
I start counting, count and count, until I lost of the track,
Then I wonder when was the last time,
I shouted what I really want from deep within my heart,
What I really longing for..

I don't remember, 
I grew up, thinking what best for everyone,
Never once I think, ever I thought something just for me,
I don't really know what I want,
What is it that I really longing for..

Make me wondering everyday, day by day,
Why am I alive,
What good is it to keep someone like me alive for so long,
Everyone always kind to me,
I really grateful of that,

But, is it the kind of life, that I always searching for?
I just, want, someone said to me, just this one phrase,
It is okay to tell everyone what you ever wanting for,
Just that one phrase,
I think could change my whole life.

I don't have the gut to tell myself that..
I'm too afraid,
Every time I tell what I wanted,
It will never come,
So I lost count how many time I wished, I doesn't matter anymore,
It won't come true anyway.

So I forbid my self to ever expect something again,
To hoping again,
To dream about future,
It won't surprise me, if any second now I'm die,
Maybe that what best.

I'm tired,
I'm tired living on mask,
Tried to keep on everyone standard,
I want freedom,
I want to shout it out loud about what I want, about my dream, about life..
I wanted it so bad.

Saturday, 3 April 2021

It's been two years since I live in this town, and I don't know how to describe it, but there's always been unsettling feeling deep within my heart. I don't know what it is, this feeling of mine, growing stronger everyday, telling me somehow that I don't belong here. I thought, it was like a dream come true, but now, what dreams? 

All the motivation I had, goes into the thin air. I just trying my best to pass every day without any motivation at all. I feel like just a robot keep doing everything in repeat. Sometimes I feel like, I lost in the rift, so suffocating, so exhausting, did this kind of life worth of living? 

What is wrong with me? Am I tired? Emptiness is all I can feel, is all I can taste. 

Sunday, 21 March 2021

Surat Cinta 1

Hampir 1 bulan sudah semenjak kejadian tersebut. Masih teringat dengan jelas setiap detik momen yang kurasakan saat itu. Pengalaman pertama dan seumur hidup dari seorang anak lelaki yang mengambil segala resiko dan keberanian yang ada pada dirinya untuk mengungkapkan isi perasaannya yang murni kepada seorang wanita yang dikaguminya.

Delapan belas januari, hari itu ada sebuah acara, yang bukan hal baru lagi bagiku, tetapi ada sesuatu yang berbeda dari acara-acara sebelumnya, mulai dari tema serta isinya, termasuk mereka yang hadir. Untuk pertama kalinya setelah dalam acara-acara sebelumnya dia tak hadir, pada hari itu secara tak terduga dia hadir.

Saat itu juga aku habiskan pagiku untuk merangkai tiap kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, hingga terbentuklah sebuah surat, sebuah surat cinta, sebuah surat cinta pertama yang pernah kutulis dengan hati dari sebuah cinta yang lama terpendam. Hanya satu pengharapanku saat aku menulis surat itu, surat ini harus sampai padanya. Karena sudah cukup lama bagiku untuk menyimpan semua perasaan ini tanpa pernah mengungkapkan padanya.
Setibanya aku di sana, aku langsung memberikan surat itu pada pihak panitia, dengan harapan, surat tersebut diberikan padanya, bahkan aku sampai mengingatkan pada panitia untuk memberikannya. Hari itu rasanya semua pikiranku tak bisa tenang, bertanya-tanya apakah suratku akan sampai padanya, belum lagi tulisan-tulisan pada buletin yang akan terbit hari itu, membuatku benar-benar tidak tenang.

Malam tiba, acara berlanjut di aula, aku tak kuasa mengalihkan pandanganku darinya, berharap ada kesempatan untuk mendekatinya, tapi sayangnya kesempatan itu tak pernah ada. Hingga acara makan malampun tiba, kepala dan pikiranku semakin tidak tenang, kuputuskan untuk memejamkan mata sejenak mencoba melepaskan semua pemikiran yang mengganggu. Tanpa sadar aku tertidur di ruang makan, setelah tersadar aku mencari yang lain menuju aula.

Tanpa kuduga hal yang tak pernah kusangka, ternyata surat yang telah ditulis para peserta dipilih dan dibacakan oleh mereka. Saat itu juga hawa dingin meresapi sekujur badanku, aku hanya bisa duduk dan berharap semoga suratku tak dibacakan. satu, dua, tiga dan seterusnya suratku tak dibacakan, akhirnya ada sedikit rasa lega dalam diriku. Tetapi hal itu berubah saat para senior meminta mereka untuk membacakan suratku. Ditengah kerasnya seruan mereka memanggil namaku, aku berteriak dalam hati "tolong hentikan", dan benar saja. Mereka mengambil sepucuk surat lalu membaca judul amplop, yang memang benar tertulis namanya "Kepada Kepala Departemen Pewartaan, *yang tahu aja*". Seketika rasa dingin semakin menjadi merasuki badanku, aku hanya bisa pasrah, tapi ya sudahlah semuanya mungkin memang semua harus dibacakan malam ini. Aku hanya duduk dan memandangnya dari belakang, ketika tiap isi dari suratku dibacakan dengan jelas, karena memang itu suara hatiku malam itu.

Setelah suratku telah selesai dibacakan, teman-teman baikku tiba-tiba saja mengerubungiku seolah-olah aku ini gula ditengah-tengah semut, mereka membicarakan banyak hal yang sudah lupa aku apa isinya. Begitu juga para senior yang menanyakan apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Apa? Aku memang tak pernah tahu apa yang ingin kulakukan setelahnya. Acara berlanjut pada persiapan pentas seni, kelompokku memintaku untuk melakukan sebuah hal yang belum pernah kubayangkan sebelumnya akan benar-benar pernah aku lakuin. Setelah berpikir surat ini memang tak akan pernah diberikan oleh panitia pada orang yang dituju maka kuputuskan sudah saatnya berhenti bersembunyi, saatnya menatap kenyataan, dan mungkin ini satu-satunya jalan agar suratku sampai padanya. Aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku malam itu juga.

Akhirnya kami berkumpul di sekitar api unggun, ditengah dinginnya malam ditemani hangatnya nyala api di tengah kami. Kelompok pertama tampil, ternyata kelompoknya dia yang tampil, diteruskan kelompok ke dua, dan ketiga, dan tanpa kuduga lagi, ternyata hanya kelompok terbaik yang berhak tampil malam itu. Sekilas aku berpikir kenapa pada hari itu semua yang aku rencanakan tidak berjalan sesuai harapan, banyak hal tak terduga terjadi, tapi aku berkata pada diriku tidak untuk yang satu ini, aku harus melakukannya, karena aku tak dapat berpikir kapan lagi. Aku dan rekan sekelompokku meminta panitia untuk diberikan kesempatan. Dan seperti biasa panitia nurut saja.

Akhirnya sebuah momen hadir, meskipun di tengah gelapnya malam, serta dinginnya udara pegunungan, dan rintik gerimis yang turun malam itu. Seperti mendapatkan kekuatan ajaib, aku mengumpulkan semua keberanianku, aku berdiri ditengah api unggun, dibantu penerangan dari hpku, aku mulai membaca lagi isi suratku, saat itu aku menyadari betapa sulitnya membaca tulisanku sendiri, ditengah penerangan yang minim, dan rintisan air hujan membasahi kertasku, tapi seolah semua tulisan tersebut sudah ada dihatiku, yang aku lakukan hanya mengeluarkannya. Setelah kata demi kata aku ucapkan, semakin ingat aku akan sikapnya, dan semakin jelas aku mengetahui jawaban yang akan aku terima. Dalam hati aku berusaha untuk berhenti, tapi memang tidak akan ada yang kuasa menghentikan niatan seorang pria dalam melakukan sesuatu sekalipun itu datang dari dirinya sendiri. Saat itu aku mencoba egois untuk pertama kalinya semua hanya untukku, tanpa memikirkan yang lain, tanpa memikirkan perasaannya, yang aku inginkan hanya mengungkapkan semuanya dan tak ada yang lain. Hingga akhirnya kalimat penutup pun tak kuasa kuhentikan, dan benar saja surat itu sampai padanya. Meskipun akhirnya surat itu dilemparnya dalam nyala api yang malam itu tak cepat padam. Seketika waktu terasa berhenti, aku hanya terdiam karena memang yang kubayangkan benar-benar terjadi. Ada perasaan yang sedih saat itu, tapi tetap saja seperti biasa tak ada air mata yang mengalir, aku terdiam seakan tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar, apa yang baru saja kulakukan, seolah aku akan jatuh saat itu dan tetap kupaksa untuk berdiri, sepertinya semua hal tadi sudah menguras banyak tenagaku. Tapi setelah selesainya lagu berputar, seketika itu juga aku berada ditengah kerumunan, orang-orang yang selama ini ada didekatku yang selama ini ada buatku, yang selalu mensupportku tak peduli berapa kali aku mengecewakan mereka. Berkat mereka aku tetap berdiri saat itu, berkat mereka pula aku masih berdiri kokoh saat ini.

Malam itu memang malam yang istimewa, aku disadarkan akan banyak hal. Mungkin benar seperti yang diucapkannya "Teman", memang hal itulah yang kubutuhkan, sebuah tempat kosong yang hilang itu ternyata selama ini berada didekatku. Aku menemukan kembali keberanianku yang hilang, menyadarkanku betapa bodohnya aku selama ini. Aku tak pernah menyesal melakukan itu semua, karena memang tak ada cinta yang tak diungkapkan kecuali oleh mereka yang mencintai dirinya sendiri, dan memang aku dulu orang yang seperti itu. Aku berterima kasih sekali karena telah diberikan momen tersebut, telah diberikan kesempatan tersebut. Malam itu terlalu indah untuk dilupakan, malam itu akan menjadi bagian dari sejarah hidupku yang luar biasa keren. Karena pada malam itu sebuah keajaiban kecil telah terjadi dalam diriku.