Saturday, 27 May 2017

Kesempurnaan

Berbicara tentang kesempurnaan, aku percaya sesungguhnya tidak ada yang tidak ssmpurna di dunia ini. Kamu cacat, kamu miskin, kamu sakit, atau hal hal lain yang menyedihkan yang lain yang dapat terjadi padamu itu bukan berarti kamu tidak sempurna, melainkan Tuhan memandang kamu sudah cukup sempurna dengan kondisimu tersebut. Kesempurnaan itu seperti hal matematika. Kita perlu menyepakati terlebih dahulu, skala apa yang mau kita bawa, dari sistem apa yang mau kita pakai, sama seperti matematika 1+1 tidak selalu sama dengan 2, kita harus sepakat dulu, mau menghitung dengan biner apa desimal, begitu pula kesempurnaan.

Sebenarnya saya tidak setuju, jika kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Seperti yang kita tahu dalam alkitab sekalipun menyatakan dengan jelas bahwa, Tuhan menciptakan manusia itu serupa dengan dirinya, jadi sebenarnya kita juga lahir dengan kesempurnaan yang diberikannya. Bahkan Allah sekalipun turun sebagai manusia dalam diri Yesus. Aku selalu berpikir, alasan kenapa Allah mau turun ke dunia saat itu, berdasarkan pemikiranku yang mendalam, serta penjabaran akal serta nurani, aku berkesimpulan bahwa Allah ingin menunjukan manusia itu sempurna apa adanya, Dia menunjukan pada kita melalui tindakannya yang merepresentasikan Tuhan.

Oleh karena itu, aku selalu berpikir untuk tidak mencari kesempurnaan, karena aku sudah sempurna apa adanya. Jika ada orang yang tidak sepakat, aku hanya menganggap dia mengejar sesuatu yang tidak jelas. Dengan menggunakan pola pikir tersebut, aku tidak ambil pusing dengan perkataan orang yang menurutku tidak masuk akal, karena selama aku tidak melanggar aturan hukum dan aturan gereja, menurutku tidaklah ada hal yang salah, semuanya sempurna.

Friday, 26 May 2017

Tantangan Gereja

Hari ini aku baru sadar, ternyata blogku gampang sekali dicari, modal ketik PRMK FT Undip di google, langsung nongol. Konyolnya adalah aku baru tahu setelah diberi tahu oleh Christin tadi saat ada acara sarasehan. Ya, itu bukan masalah sih, malah lumayan nambah pemasukan.

Hari ini benar-benar hari yang melelahkan, by the way aku nulisnya hari sabtu dini hari, jadi yang aku maksud adalah kamis malam hingga jumat malam. Masih teringat jelas bagaimana sibuknya aku kemarin, pulang gereja langsung nge print laporan 4 rangkap, masing-masing 200 halaman lebih. Mulai kerja dari jam 8 kamis malam baru selesai jumat pagi jam 4. Pulang dari nge print, aku bingung, kalau tidur takut kebablasan, karena deadline untuk mengumpulkan draft pukul 9 pagi. Akhirnya aku putuskan untuk tetap melek, sampai akhirnya aku resmi mendaftar sidang periode bulan ini. Aku dijanjikan jadwal keluar setelah selesai jumatan namun sampai tadi jam set 12 setelah sarasehan, aku mampir kampus dan mendapati jadwalnya belum keluar.

Berbicara soal sarasehan, konsep acaranya cukup menarik, pembicara yang diundangpun cukup berwawasan luas. Terlihat dari bagaimana beliau secara rapi menyampaikan point-point menggunakan pemahaman yang mudah dicerna anak anak zaman sekarang. Memang benar yang beliau katakan, mengenai mental anak muda saat ini, bagaimana beliau secara hati-hati menegur dengan menggunakan bahasa yang sangat halus. Kalau aku yang suruh ngomong, jelas cara penyampaiannya akan berbeda.

Ya, anak-anak zaman sekarang memang mayoritas bersikap pragmatis, dan hal itu terbentuk karena laju zaman yang semakin cepat. Segala jenis kemudahan yang ada pada zaman ini, membuat orang semakin merasa mereka lebih baik dari orang lain, karena mereka merasa dirinya tahu akan banyak hal yang mereka ketahui dari internet. Sehingga anak-anak zaman sekarang cenderung malas untuk memikirkan hal hal yang fundamental, yang menurut mereka hal tersebut sudah usang. Mereka lebih tertarik pada teori-teori yang bersifat praktis dan bermanfaat bagi mereka secara langsung.

Hal ini menjadi kecemasan tersendiri, karena tanpa kita mempelajari segala sesuatunya dari dasar, kita tidak akan pernah memperoleh hasil yang maksimal. Contoh kecil, sebuah organisasi A, akan mengadakan sebuah kegiatan Z. Lalu organisasi A menyusun segala sesuatunya dari dasar. Sehingga terbentuk sebuah sistem R. Lalu suatu ketika, organisasi B datang berkunjung saat berlangsungnya kegiatan Z. Mereka melihat, dengan sistem R, kegiatan Z tersebut dari segi kualitatif dan kuantitatifnya sangat memuaskan. Kebetulan organisasi B juga akan mengadakan kegiatan Z, akhirnya mereka meniru yang klo kata pembicara tadi generasi copy paste, dengan mudahnya berencana menggunakan sistem R. Namun yang mereka ketahui hanya dari segi teknis, dan prakteknya. Akhirnya acara kegiatan Z yang mereka rencanakan tidak berjalan sesuai harapan. Mereka lupa kalau ada hal hal yang sifatnya fundamental yang tidak mereka perhatikan, yaitu bagaimana kualitas SDM nya, bagaimana hubungan intrapersonal SDMnya, dan bagaimana karakter organisasi itu sendiri serta masih banyak parameter fundamental lainnya.

Lalu selain pragmatis, ada juga individualis. Karena bawaan sifat pragmatis adalah keyakinan bahwa dirinyalah yang paling benar, maka ketika orang-orang tidak bisa menerima pola pemikirannya tersebut, dia akan condong menjadi pribadi yang individualis. Dan jangan salah, kadang pelakunya sendiri tidak menyadari bahwa dia sudah menjadi seorang yang individualis. Bahkan dalam berorganisasi pun sifat tersebut akan sangat nampak, ketika seseorang tidak percaya akan rekannya dalam mengambil sebuah peranan yang menurutnya dialah yang seharusnya mengambil peranan tersebut agar semuanya berjalan lancar. Aku teringat akan perkataan orang orang tua zaman dahulu baik itu Tio, Ionk, Rio, Mas Yudha, Mas Anggun, Mas Setyawan, dan lain lain, tak pernah bosan selalu berkata, lebih baik membiarkan seseorang untuk salah dan mengajarinya mencari  tahu yang benar, daripada mengajarkannya selalu untuk benar dan dia akan kebingungan saat dia salah. Ketika kita merasa kitalah yang mampu untuk melakukan hal tersebut​ dan orang lain tidak, sebenarnya saat itu pula egomu yang bertindak.

Ya gak cuma dua hal itu yang tadi dibahas, bagaimana kita harus berkumpul, harus mau melayani, dan tak lupa juga kecenderungan anak-anak zaman sekarang untuk ngobrol saat misa atau bahkan main handphone. Klo buat aku, gereja adalah kebutuhan, karena saat di gereja, aku merasa Tuhan itu ada dan aku bisa mengutarakan segala isi kepalaku kepada-Nya. Makanya kadang aku suka bingung, mereka yang ke gereja masih main handphone, klo dia temanku biasanya aku tegur, karena menurutku orang-orang seperti itu tidak perlu ke gereja, klo yang dia cari hanya surga atau kewajiban. Ya intinya apa yang disampaikan bapak FX Joko Purnomo tadi cukup membuktikan pengalamannya sebagai pengajar, aku yakin beliau pasti sudah sering menulis dan banyak membaca. Ya mungkin segini dulu yang aku sharing malam ini, semoga besok jadwal sidangnya sudah keluar.

Friday, 19 May 2017

Selamat malam, kalian orang-orang lemah, yang kalo ketemu mantan, ngumpet. Norak, kalian tahu gue, malem ini habis ketemu orang yang nolak gue, 2 orang!! Itu namanya move on.

Wkwkwk.. belakangan ini aku sama temenku Christopher lagi seneng banget, sama seorang stand up komedian, namanya Coki Anwar. Kata-kata yang aku pake buat kalimat pembuka itu, karakter yang selalu dilontarkan tokoh tersebut, makanya iseng aja aku pake. Klo kata Didin, dia itu orang miskin senior, karena udah miskin selama 34 tahun, jadi dia hidup miskin katanya menjiwai perannya. Nah, aku juga ngerasa begitu, aku single 24 tahun, karena aku memang menjiwai karakter tersebut. Alibi.. wkwkwk, gak kok, soalnya aku bersyukur banget lho. Tuhan tidak mungkin mempertemukanku dengan mereka, jika tidak ada tujuannya.

Ya gitu juga kenapa lulusku lama, aku juga terlalu menjiwai peran tersebut, wkwkwk. Berbicara soal kuliah lama. Ya sebelum besok fokus sidang lah, aku bagi sedikit pengalaman. Mungkin, banyak orang bertanya, kenapa cerita yang tak tulis banyak menyedihkannya, update status kesannya kayak yang galau, ngobrol di grup juga sama. Kalian harus tahu, disetiap tulisanku itu, aku membagikan kisahku dalam bentuk seperti itu, tujuanku cuma berbagi supaya kalian sadar, gak enak jadi orang baperan, dikit-dikit mikir, dikit-dikit galau. Makanya klo di blog yang bakalan aku kasih buat anak-anak ku besok, mereka belajar dari ini semua, biar mereka tahu, hal-hal seperti apa yang perlu mereka hindari. Ya itu harapan sih, klo ternyata sama aja, berarti pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu benar.

Kalau ditanyain, aku udah move dari yang kemarin atau belum, ya masih 60% lah. Kenapa 60%? Karena setiap temenku bilang buat deketin si A, si B, si C, yang kebayang di aku masih takut buat sakit lagi. Ya aku rasa, itu nanti bakal sembuh sendiri. Mungkin satu sih nak, klo kamu cowok, klo kamu mau pacaran, pacaranlah sama orang yang memang kamu sayang dia tanpa ada alasan apapun. Klo kamu ditolak, yaudah selo aja, nanti juga bakal ketemu orang yang bakal cinta dan sayang sama kamu tanpa alasan apapun, dan klo kamu ketemu sama cewek itu, kamu harus perjuangin dia. Klo kamu cewek, ya tinggal ganti aja kalimat tadi. Karena klo di logika, kalo kamu cinta dan sayang dia karena suatu alasan, bayangin klo pas kamu udah berumah tangga, dan alasan itu udah gak ada, yakin masih sayang dan cinta? Makanya pikir baik-baik sebelum kamu nolak dia. 😉😉

(-cont, ngantuk bos)

Tuesday, 16 May 2017

Mahkota Duri

Oh Tuhan.. Aku rasa, aku benar benar harus ke psikolog. Setiap kali ada waktu kosong aku masih kepikiran Maria. Arda dan Acan memang selalu mengecek kondisiku, menanyakan bagaimana perasaanku sekarang, masih kangen apa gak, kepikiran apa gak, aku selalu membohongi mereka. Shit, teman macam apa aku, di saat mereka benar-benar memikirkanku, aku malah berbohong ke mereka. Aku gak kepingin mereka ikut kepikiran gara-gara hal semacam ini.

Aku bahkan menghindari acara-acara liturgi, karena belakangan aku rasa emosiku mulai agak terganggu. Hal ini kusadari ketika menunggu dosen saat ngobrol dengan junior-juniorku yang dibimbing oleh dosen yang sama, aku pernah secara tidak sengaja kepikiran ucapannya saat di umbul, sakit sekali rasanya, dengan segera aku berusaha mengalihkan pikiranku, tapi sepertinya terlambat. Tanpa aku sadari air mataku sudah jatuh. Namun, cuma rasa sakit yang aku rasa, bukan sedih, apalagi marah.

Junior-juniorku mengira, aku terlalu lelah menunggu dosenku yang tak kunjung tiba. Mereka menyarankanku untuk istirahat dulu aja di kantin, mereka akan mengabariku jika dosennya sudah tiba. Aku mulai berjalan menuruni tangga, lalu keluar dari gedung A. Namun aku tidak pergi ke kantin, ku menuju motorku.

Aku pacu motorku sejadinya, selama perjalanan pikiranku bertanya-tanya, Oh Tuhan, kenapa aku tidak bisa mengendalikan pikiran serta emosiku. Aku sudah mebulatkan tekadku untuk melangkah, tetapi Kau selalu mengingatkanku akan hal hal tersebut. Akhirnya aku tiba di Katedral.

Sepi sekali saat itu. Aku mencoba duduk sejenak di depan patung bunda Maria. Menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk menenangkan diri. Aku ambil rosario yang selalu kubawa dan aku mulai berdoa. Aku tahu kemarin senin itu adalah peristiwa gembira, tetapi aku memilih peristiwa sedih. Dari sana perlahan aku mulai tersadar, disetiap peristiwanya aku menangis sejadinya​.

Aku lupa, jadi orang Katolik itu tidak mudah. Tuhan kita Yesus, bahkan pernah sedih sekali saat Dia mengetahui, manusia yang disayangi-Nya akan dengan keji membunuh-Nya. Tapi Dia tidak lari dari ketakutan itu, setiap rasa sakit di badan dan hati-Nya justru membuat cinta-Nya pada manusia semakin besar. Hanya satu yang jadi pengharapan-Nya, hukum cinta kasih-Nya tetap abadi. Bapa, aku tak tahu apakah, mungkin hal ini adalah mahkota duriku, atau mungkin salibku? Jika iya Bapa, bantu aku untuk menghayati kisah hidupku ini Bapa, kuatkanlah hati dan imanku. Aku tak yakin Bapa, seberapa jauh aku sanggup menahannya seberapa lama aku sanggup menanggungnya, karena itu aku mohon Bapa, bantu aku berdiri lagi jika nanti aku terjatuh.

Wednesday, 10 May 2017

My Simply Rule

Hey kiddo, I don't know how old are you, when you read my blog, but you know, I have this kind of rule, the one that I made, at least to keep my mind sane and live a happily life. I write this in my last year of college, and I'm still haven't in any relationship with your mother, either we already met or not is still a one big mystery. I don't think if my rule will really a big help in your life, but I think It worth trying. Here is my rule!!!

ONE.
Give people more than they expect and do it cheerfully.
TWO.
Marry a man/woman you love to talk to. As you get older, their conversational skills will be as important as any other.
THREE.
Don't believe all you hear, spend all you have or sleep all you want.
FOUR.
When you say, "I love you," mean it.
FIVE.
When you say, "I'm sorry," look the person in the eye.
SIX.
Be engaged at least six months before you get married.
SEVEN.
Believe in love at first sight.
EIGHT.
Never laugh at anyone's dreams. People who don't have dreams don't have much.
NINE.
Love deeply and passionately. You might get hurt but it's the only way to live life completely.
TEN.
In disagreements, fight fairly. Please No name calling.
ELEVEN.
Don't judge people by their relatives, age, sex or any political and religion.
TWELVE.
Talk slowly but think quickly.
THIRTEEN.
When someone asks you a question you don't want to answer, smile and ask, "Why do you want to know?"
FOURTEEN.
Remember that great love and great achievements involve great risk.
FIFTEEN.
Say "bless you" when you hear someone sneeze.
SIXTEEN.
When you lose, don't lose the lesson.
SEVENTEEN.
Remember the three R's:
      Respect for self;
      Respect for others;
      Responsibility for all your actions.
EIGHTEEN.
Don't let a little dispute injure a great friendship.
NINETEEN.
When you realize you've made a mistake, take immediate steps to correct it.
TWENTY.
Smile when picking up the phone. The caller will hear it in your voice.
TWENTY-ONE.
Spend some time alone.