Karena hidup ini terlalu panjang untuk tidak kita abadikan, aku menulis untuk membuat semua kenangan hidup ini terukir jelas, semuanya kutulis berdasarkan hati yang tulus.
Tuesday, 8 November 2016
Conclusion
Friday, 21 October 2016
She Is The One That I Adore
I know, I'm just a stupid boy looking for some affection. I never know why I'm become like this, maybe some jealousy of everyone have something like that, or maybe I'm just feeling lonely, I don't know. Every girl that could make me fall for always ended up with someone else. But there is this girl that I adore for the moment I stepped in this university, that I like, I love, and I care so much, and I don't know why I don't really want to be with her, cause I don't want her disappear from my life. After this 5 years I ended up satisfied being around her, I don't want her to notice my feeling toward her. I'm always think to myself It's not today not in several day, month, or even years. I'm still not good enough for her, I still have a long way to go if I want to be with her. So I kept telling myself, when the time is right when I'm already on her league, and she's still single, on that's time I will erase all my doubt, step toward her, and tell her what I really feel. And if that's happen I believe she's the one that I'm always looking for, and if not then my journey isn't over and she will always be the girl that I adore for.
Thursday, 6 October 2016
Pemimpin
Friday, 16 September 2016
Lagi Dan Lagi
Pagi ini, langit terasa sendu, lagi lagi pikiranku dihinggapi kegalauan karena cinta. Belakangan ini, aku sempat dekat dengan seorang wanita, seorang wanita yang sangat menarik bagiku, bagaimana dia bersikap, bagaimana dia berfikir, aku jatuh cinta kepadanya karena itu semua. Hari hari bersama sempat kita lalui, membuatku jatuh semakin dalam. Senyumnya perlahan menjadi candu dalam diriku, aku mulai berpikir, is she the one?
Aku mencoba untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan semakin dalam aku mencoba mengenalnya, semakin aku menyadari, bukanlah aku yang aku dapati di sana. Aku sadar, teman-temannya pun sudah mengingatkanku, namun naluriku sebagai lelaki memaksaku untuk mencobanya lebih dahulu. Hingga akhirnya kusadari, bukanlah aku yang dia cari, bukanlah aku juga yang dia butuhkan. Aku sudah mencoba melakukan setiap usaha yang sanggup aku lakukan, namun semua itu dianggapnya biasa saja. Aku memang hanya lelaki yang begini, inilah aku, aku tak bisa menjadi dirinya, bahkan aku yakin dirinya pun tak sepenuhnya memahami diriku, seperti ada sebuah tembok besar yang perlahan semakin kurasakan kehadirannya. Berkali kali logika memintaku untuk mundur, berkali kali pula perasaanku mencoba mengacuhkannya. Aku khawatir, aku tak dapat menjadi seseorang seperti yang diinginkannya. Mengingat waktuku yang sudah tak lama lagi di tempat ini. Aku tak mau melukai perasaannya lebih jauh lagi. Kuputuskan untuk melangkah pergi, aku mencoba menahan rasa sakit ini, tapi aku merasa ini memang keputusan yang terbaik, sebelum semuanya terlambat. Ku akui, akupun takut untuk terluka lagi, semua luka yang pernah kurasakan itu, aku tak mau merasakannya lagi. Mungkin berteman memang jalan terbaik bagi kita saat ini, tapi percayalah kapanpun dia membutuhkanku, aku selalu ada, di mana kau akan selalu menemukanku.
Sunday, 7 August 2016
Mahasiswa
Kalau kita bandingkan keadaan mereka dahulu tidak lebih berbeda daripada keadaan kita sekarang. KKN di mana-mana bahkan tampak nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak hanya terjadi pada pemerintah dan kroni-kroninya, tapi hampir semua lapisan pegawai negeri hal itu sudah menjadi hal yang lumrah. Lalu ke mana para mahasiswa saat ini? Mereka sibuk mengejar berbagai program penelitian yang digadang-gadang pemerintah lalu, dengan sengaja pemerintah melupakan mereka, dan mereka lari ke luar negeri karena merasa sudah tidak diperhatikan lagi pemerintah. Mungkin pemerintah saat ini sudah cukup cerdas, belajar dari pengalaman terdahulu, pemerintah "mengekang" mahasiswa supaya taring-taring mereka tidak setajam dahulu. Dengan pemotongan masa kuliah, sistem pendidikan yang menuntut mahasiswa untuk menjadi "pegawai", dan media massa yang selalu menyorot sisi negatif kemahasiswaan.
Memang sebagai mahasiswa tugas utama kita belajar. tapi apakah tidak disayangkan jika yang kita sudah bersusah payah belajar tapi tidak ada perubahan apapun pada negara ini, lalu bagaimana nasib anak-cucu kita?