Thursday, 19 November 2015

341 Hari Menuju Wisuda

18 November, pada akhirnya di hari rabu ini, aku mulai memainkan etapku lagi dua kali pemanasanku kulakukan sebelum memulai proyek sebenarnya. Ternyata banyak sekali perbedaan yang terdapat di etap 12.6 jika dibandingkan yang lama 7.5
Hari ini aku bertanya tanya tentang perasaanku. Apakah dia sekangen aku kangen dia? Ataukah ini perasaan yang sebelah tangan lagi. Aku tak tahu, aku hanya berusaha semaksimal yang aku mampu. Sisanya kuserahkan pada Tuhan saja.

Wednesday, 18 November 2015

342 Hari Menuju Wisuda

17 November, Hari ini seperti biasa aku kuliah sistem linier, dan selalu dengan perasaan yang sama, kenapa dulu aku gak ngerti beginian. Rasa sesal memang ada tapi ya sudahlah memang sudah jalannya seperti ini. Sepulang dari kampus aku lanjut menginstal aplikasi-aplikasi yang kemarin aku dapatkan. Setelah semua terinstal akupun mulai membuka file-file tugas akhir yang sempat terbengkalai. Ketika kemudian aku menyadari suatu permasalahan, di mana dataku masih kurang. Aku mencoba tetap tenang dan mencari solusi. Biasanya klo lagi stuck gini aku mencoba memikirkannya sambil bermain gitar. Namun karena gitarku sedang dipinjam, aku menggantinya dengan menggambar. Entah mengapa rasanya aku ingin sekali melukiskan wajahnya, namun aku tak bisa, hingga aku sadari jika kecantikannya itu adalah karya terbaik sang maha pencipta, sehingga aku tak akan pernah mampu melukiskan indahnya dengan sempurna. Kuputuskan untuk membaca-baca laporan yang kemarin ku minta dari temanku Maria. Sampai akhirnya akupun tertidur.

343 Hari Menuju Wisuda

16 November, Pagi ini Risang datang ke semarang. Setelah itu aku dan Risang pergi ke rumah Martin, untuk mengkopi etap 12, ternyata yang aku salin gak cuma itu tapi matlab 2013 dan juga Laporan Tugas Akhir Maria, lumayan buat refrensi. Setelah kami berbincang-bincang dan ternyata juga ada Maria. Aku dan Risang kembali ke sanggar, setelah ku lihat laptopku ternyata Auto Cad Electrical 2015 yang ku download 2 hari selesai juga. Setelah mencoba menginstal etap, Tito datang ke sanggar.

Kami bertiga pergi ke rumah Tito. Bermodal beberapa minuman segar dan gorengan hangat, kami bermain karambol sembari bercerita macam-macam. Dari masalah kuliah, hubungan, sampai masa depan. Tak terasa hari sudah malam, aku dan risang hendak pulang, namun ternyata ban risang bocor. Di tengah gerimis kami pergi mencari tambal ban, beruntunglah tak jauh dari sana ada tukang tambal ban. Dan hujan pun turun dengan deras kami bertiga terjebak hujan sembari menunggu ban selesai ditambal. Tapi karena sepertinya yang bocor adalah bekas tambalan, bannya masih sedikit gampang kempes. Aku dan risang pun akhirnya mencoba nekat pulang ke tembalang. Menerobos hujan yang mulai mereda, kamipun sampai tembalang dengan selamat.

Tuesday, 17 November 2015

344 Hari Menuju Wisuda

15 November, efek kopi yang dibuat oleh Tio sore itu kuat sekali. Aku baru bisa tertidur kurang lebih pukul 3 pagi. Paginya aku bingung mau ngajak dia gereja apa gak. Aku coba ajak aja, ternyata dia mau gereja sama keluarganya, ya sudah akupun pergi ke gereja seorang diri. Sampai di gereja rasanya mengantu sekali. Sepulang gereja untuk menghilangkan rasa kantuk aku memutuskan berjalan ke beskem untuk menghadiri rapat POR PRMK FT, tahun ini anak-anak hangout sudah bergabung dalam angkatan old crack. Setelah rapat por, dilanjut rapat koperasi, sayang sepertinya koperasi kami ini serasa dibunuh perlahan karena tak jua menghasilkan profit. Akhirnya kami memutuskan vakum 1 minggu. Selepas rapat aku pulang dan tidur siang.

Sore harinya tanganku semakin merindukan gitarku. Aku mencoba mencari hiburan dengan cara lain, hingga akhirnya tertidur lagi. Aku bangun hari sudah cukup gelap, Tio dan Arda pergi ke gereja. Malam harinya aku di kabari Tio untuk menyusul ke bebek barokah. Ternyata ada Martin dan Maria di sana, Martin cerita dia bisa pulang lama karena ada pertandingan tenis dan dia gak bisa ikut main. Mungkin ini jalan Tuhan dalam membantuku mengerjakan tugas akhir.

Sepulang makan aku dan Tio menyempatkan menonton film berjudul senyap. Film ini dilarang diputar di Indonesia. Aku pun mendapatkan linknya dari temanku yang kuliah di luar negeri. Film ini adalah film kedua besutan sutradara Joshua. Film pertamanya yang berjudul Jagal "Act of Killing" dan film keduanya Senyap "The Look of Silence" mendapatkan banyak penghargaan di dunia perfilman internasional. Dari kedua film tersebut Joshua mencoba mengungkapkan pergeseran sejarah yang terjadi di Indonesia. Serta pernah adanya peristiwa pembantaian besar-besaran di Indonesia yang juga setara dengan pembantaian kamp konsentrasi Nazi. Sementara itu banyak pelaku pembunuhan tersebut yang masih hidup sampai sekarang dan menjabat posisi-posisi penting dipemerintahan. Memang sejarah adalah zona abu-abu yang gak banyak orang ketahui. Hanya mereka yang benar-benar hidup saat itu yang tahu cerita seutuhnya.

Sunday, 15 November 2015

345 Hari Menuju Wisuda

14 November, hari yang spesial itupun tiba. Aku bingung harus berbuat apa. Sampai aku teringat sebuah ide lawas. Aku pake aja deh, sedikit memalukan memang, tapi jika itu bisa membuatnya tersenyum, gak apalah. Sebenarnya aku pingin ngajak dia gereja bareng tapi sepertinya ada acara sama keluarganya ya udah deh, kangennya ditahan lagi.

Masih berurusan dengan laptop, karena windows ku jadi 64 bit, etap yang mau aku pakai jadi sedikit ribet. Karena harus menggunakan virtual box buat instal windows 32bit. Namun entah kenapa virtual boxku gagal terus. Sampai akhirnya aku sedikit menyerah. Aku bertanya pada sobatku Risang, dia menyarankan memakai versi terbaru yang etap 12. Setelah itu aku googling tapi gak nemu, dan sekalinya nemu filenya lumayan besar ternyata. Lalu aku mencoba bertanya, tapi ternyata yang punya udah gak di semarang. Hingga ternyata sobatku satu lagi, yaitu Maria, masih punya, meskipun ada di laptop Martin, tapi ternyata Martin juga lagi di semarang. Ya ampun beruntung sekali, rasanya minggu ini penuh ekspektasi tak terduga.

Pagi ini tiba-tiba saja aku diajak basketan, lama sudah tak bermain, akupun berangkat ke FSM. Meskipun udah agak kesiangan sih. Bermain kurang lebih 2 jam, kamipun pulang. Tapi sepertinya hari ini aku terlalu over exercise. Pulang-pulang badanku pegal semua. Sorenya sanggar di datangi makhluk sejenis Mardy. Ya dia bercerita kalau dia sudah dapat panggilan dari perusahaan tempat dia mendaftar. Katanya dia akan pergi ke kalimantan. Setelah berbincang lama dengan kami di sanggar diapun pulang.

Setelah itu tidak ada banyak kejadian spesial, hanya saja ada perasaanku yang tertahan. Supaya bisa tidur nyenyak, aku memutar playlistku di youtube sampai aku tertidur.