Karena hidup ini terlalu panjang untuk tidak kita abadikan, aku menulis untuk membuat semua kenangan hidup ini terukir jelas, semuanya kutulis berdasarkan hati yang tulus.
Saturday, 31 October 2015
359 Hari Menuju Wisuda
31 Oktober, PRMK FT Graduation days. Kurang lebih itulah gambaran besar hari ini. Namun ada yang berbeda dari graduation biasanya, karena kali ini kita tidak lagi menyambut senior senior kita yang sudah lulus, melainkan teman-teman kita seangkatan sendiri. Yang sudah menjalani pengurusan bersama, sudah main-main bersama, akhirnya harus berpisah di sini. Berpisah bukanlah berakhir, ini adalah persimpangan yang dulu pernah kubahas sebelumnya di post yang berjudul cross road. Mengawali hari dengan berkumpul di sanggar pukul 9, kita masih harus dipusingkan dengan uang bantingan bunga yang kurang. Setelah mengambil bunga, kami berangkat ke sudarto, pada kloter pertama kami menyambut, Tia, alan, jesica, bowo, devi, mano, dan agnes. Setelah itu dilanjut sore harinya dengan risang, maria, juan, devi, herbet, anjar, dan adek-adek D3 yang sudah lulus juga. Capek rasanya, tak hanya fisik yang terkuras, tapi emosi juga. Menahan rasa sedih karena ditinggalkan, mempertanyakan diri sendiri, serta tetap senang, dan bangga terhadap pencapaian sahabat-sahabat ku ini. Dan sekarang semuanya tinggal sedikit sekali, aku terlalu mencintai keluarga kecilku ini, sampai rasanya setiap ada dari mereka yang lulus aku merasa lemah. Teringat lagu Queen To Much Love Will Kill You, dan aku merasa ada benarnya juga. Sekarang temanku bercerita sudah pergi, sekarang tinggal aku dan blog ini saja tempatku menceritakan semuanya. Semangat oh semangat ke mana kau pergi?
Friday, 30 October 2015
360 Hari Menuju Wisuda
30 Oktober, Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi. Baru bisa tidur jam 1 kebangun jam 5, seperti biasa kuawali dengan rosario, tapi pagi ini spesial, aku rapel 3x gara2 kelewat 3 hari :D. Setelah itu kuputuskan untuk bermain basket, lumayan pagi-pagi sepi serasa lapangan punya sendiri, ditambah pemandangan dedek emes yang olahraga. Namun bencana terjadi ketika kembali ke sanggar ternyata air mati. 2 jam aku cuma tidur-tiduran dengan perasaan gerah, hingga akhirnya air di sanggar menyala. Aku juga memutuskan untuk datang ke wisudaan temen-temenku elektro, sehingga besok sabtu bisa fokus mencari temen-temenku PRMK. Hari ini sepi sekali rasanya tanpa gitar kesayangan dipinjam Ninin, seolah separuh jiwaku menghilang. Sore haripun tiba, aku berangkat ke sudarto ternyata aku datang kecepetan. Ketika teman-teman seperjuangan yang tersisa tiba, lontaran guyonan saling menyemangatipun terlontar. Rasanya kami semua sulit sekali untuk tersenyum karena jumlah yang menyambut lebih sedikit dari yang disambut. Rombongan kecil ini pun cukup membuat heboh sudarto. Satu per satu teman-teman kami bermunculan dari dalam Gedung Sudarto. Ucapan selamat dan senyum yang kami lontarkan seolah tertutup oleh awan mendung yang mewakili perasaan kami sesungguhnya. Menyaksikan teman2ku wisuda ada sedikit rasa bahagia dan haru tercampur. Setelah puas memberikan ucapan selamat, aku pun beranjak dari sana. Masih terngiang dibenakku bagaimana Juan, Risang, dan Maria keluar dengan selendang cumlaudenya, apa yang selama ini sudah kuperbuat pikirku, bisa lulus dengan IPK 3 saja aku sudah bersyukur. Mungkin saat aku wisuda nanti aku tidak akan melihat wajah mereka lagi, aku hanya akan langsung berjalan pulang saja pikirku. Hingga tiba2 saja hujan turun, menutupi rasa senduku di sore ini, apakah ini pertanda baik? Semoga saja, aku hanya bisa berdoa yang terbaik bagi mereka semua, dan berharap semua yang ditinggalkan ini diberi semangat untuk tetap mengejar dan tidak menyerah. Sungguh ending yang baik, aku sudah tak berharap lagi mempunyai pacar atau apapun itulah, harapanku saat ini aku bisa lulus dengan baik, biarlah aku hidup sendiri sampai nanti lulus, bahkan jika aku harus melaluinya sendirian aku sudah siap.
Thursday, 29 October 2015
361 Hari Menuju Wisuda
29 Oktober, Hari kamis yang cerah, cocok sekali untuk berenang. Setelah mempersiapkan semuanya, akupun berangkat, setelah menjemput Ninin, kami langsung menuju ke Siwarak. Hari kamis adalah waktu yang asyik untuk berenang di Siwarak karena kolamnya baru saja di bersihkan. Namun saat kami tiba, ternyata sudah banyak sekali mobil yang parkir, menurut Ninin kalau hari kamis pagi memang banyak orang-orang cina yang berenang di sana. Akhirnya kamipun berenang, dan ternyata berenang dalam kondisi ramai seperti itu sangat membutuhkan kesabaran dan kelincahan ekstra, karena minimnya jalur renang yang dapat kita lalui dan terkadang harus mengalah agar tidak bertabrakan. Tak berapa lama Risang, Tito, Kecappun datang. Setelah puas berenang, sebelum mengakhirinya aku mau menguji kamera baruku, ternyata hasilnya cukup lumayan. Kami pun melanjutkan dengan sarapan di es teler damar. Sepulang dari renang, aku istirahat siang. Malemnya seperti biasa aku diajak Arda menghitung uang di beskem. Akupun kembali ke sanggar karena Ninin ingin meminjam gitar. Akhirnya malamku menjadi sepi karena separuh hati dan jiwaku dibawa seseorang pergi. Setelah itu aku mengantar Julpan kembali ke beskem, dan kudapati ada Chris dan Pingkan di sana, maka kusempatkan untuk mengobrol-ngobrol sejenak. Karena hari menjelang pagi aku pun kembali, dan tidur.
362 Hari Menuju Wisuda
28 Oktober, karena semalaman diajak ngobrol Arda, aku baru bisa tidur jam 5 dan karena itu pula, bangunku ke siangan. Aku baru saja bangun pukul 9 pagi, dan aku baru teringat akan tugas UTS Sistem Linier. Dengan segera memaksakan tubuh yang masih lemah ini untuk menulis. Namun apa daya, jawaban yang kupunya tulisannya sulit sekali dibaca, beruntunglah ada prince berli yang memfotokan jawaban dengan tulisan yang lebih baik. Berhubung air sanggar sedang mati, aku berangkat kampus tanpa mandi terlebih dahulu. Sepulang dari kampus, aku menghitung uang penjualan koperasi terlebih dahulu. Setelah itu kulanjutkan lagi tidurku yang tertunda. Aku bangun hari sudah menjelang malam, dan sepertinya hari ini aku tidak mendapatkan progress apapun. Sebelum tidur malam aku memastikan Ninin dulu, tentang rencana renang besok, dan juga menginformasikannya pada risang dan Tito.
Tuesday, 27 October 2015
363 Hari Menuju Wisuda
Hari ini aku meliburkan diri dari segala macam urusan akademik, setelah 1 minggu berjuang melawan UTS tak ada salahnya istirahat sejenak. Tidak ada hal spesial yang kulakukan, berolahraga basket sore hari, lalu malam menemani BP yang bertanya-tanya seputar Retret Prmk FT Undip. Dilanjut obrolan seputar berbagai macam hal dengan Arda hingga fajar menyingsing. Aku juga merencanakan renang besok kamis pagi bersama Ninin, Tito, dan Risang.
Subscribe to:
Posts (Atom)