Monday, 7 September 2015

Hal yang Paling Sering Dialamin Mahasiswa Semester Tua...


Jadi kali ini penulis akan berbagi sedikit pengalaman, gimana rasanya jadi mahasiswa tingkat akhir, bagaimana lika-likunya perasaan mereka yang kalau diliat mahasiswa baru nyeremin. Penulis pun tengah mengalami masa seperti itu, tapi penulis selalu menerapkan pemikiran, jadilah mahasiwa lulus lama yang bermartabat, artinya kita buang-buang waktu di kampus tidak dengan percuma. Kebanyakan mahasiswa lulus lama memang banyak alasannya, diantaranya tidak menyenangi bidang studinya, sibuk kerja, sibuk organisasi, sampe yang emang dasarnya males juga ada, nah kebetulan klo penulis ini tipe orang yang dulu sibuk di organisasi, tapi bukan berarti mereka yang berorganisasi itu tertanam image lulus telat, selama kalian pintar memanage waktu kalian, kalian bisa menyeimbangkan dengan baik waktu kuliah, organisasi, bahkan kerja. Nah sayangnya penulis dulu tidak cukup pandai dalam mengalokasikan waktu tersebut. Tulisan ini ane buat, supaya mahasiswa baru mempunyai sedikit pandangan, dan mahasiswa lama, tidak tenggelam dalam "kenyamanannya" di kampus. Nah berikut ini hal-hal yang selalu dirasain sama mahasiswa-mahasiswa semester tua..

1. Rasa Malu Sekelas dengan Mahasiswa Baru


Nah, hal satu ini paling sering dirasain mahasiswa semester tua, ketika mereka harus mengulang mata kuliah semester awal, terutama mata kuliah umum. Ternyata meskipun mereka selalu terlihat nyeremin, pada dasarnya mereka malu untuk satu kelas lagi dengan mahasiswa baru. Dan tak jarang rasa malu ini juga menjadi penyebab mahasiswa lama tersebut untuk enggan masuk kuliah. Padahal di luar mereka terlihat sangar, saat melakukan ospek atau kaderisasi mereka bersuara paling keras. Penulis pun pernah merasakan pengalaman seperti ini, mondar-mandir di kampus karena galau mau masuk ke kelas apa gak, tapi seperti pepatah bilang musuh terbesar adalah diri sendiri, mengalahkan rasa malu merupakan bagian dari mengalah musuh tersebut. Akhirnya ane memberanikan diri dan melupakan semua rasa malu itu jauh-jauh. Terus kalau sadar kalian udah mahasiswa tua, sebaiknya kurangilah kelakuan keras kalian terhadap mahasiswa baru, udah bukan jatahnya lagi ngader mereka, berikan kesempatan pada adik yang dulu kalian kader untuk mengader mereka. Udah bukan lagi masanya kalian memusingkan mahasiswa baru, mending pikirin aja masa depan, serta mengingat orang tua yang udah kerja keras buat kita kuliah juga bisa membuat kita berani menyingkirkan rasa malu. Coz "Everyone deserved the second chance."

2. Sedih Melihat Sahabat Wisuda


Disaat kamu sibuk mengulang mata kuliah, tanpa kamu sadari satu per satu teman seperjuanganmu mulai meninggalkan kampus dengan gelar baru mereka. Di satu sisi kamu senang dan bangga terhadap sahabatmu yang mampu menyelasaikan studinya dengan baik, disisi lain kamu merasa sedih karena sudah ditinggalkan sahabat-sahabatmu, dan kamu harus melanjutkan perjuanganmu di kampus seorang diri. Penulis sudah banyak ditinggalkan teman-teman penulis yang sudah lulus lebih dahulu, saran penulis jangan kamu larut ke dalam perasaan sedih tersebut, namun jadikan itu sebagai motivasi untuk dapat mengejar mereka, ingat akhir perkuliahan bukanlah garis akhir segalanya, karena dari akhir perkuliahan garis start untuk masuk dalam dunia kehidupan sesungguhnya di mulai. Serta doakanlah teman-teman kalian tersebut agar mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang baik, karena siapa tahu mereka bisa menjadi sumber informasimu disaat lulus nanti. Kalo masalah teman bermain, mulailah membuka diri dengan junior kalian jika memang teman kalian sudah tidak berada dikota yang sama dengan kampus kalian. Karena gak mungkin kalian betah sendirian terus di kampus, berbuat baik sama junior juga membuka keran doa supaya kuliah kalian dilancarkan. Intinya kalian kudu semangat!!

3. Kesal, Selalu Menjadi Bahan Ejekan Dosen


"Kalian harus rajin belajar kalo gak nanti jadi kayak mas-mas yang duduk dibelakang itu.", "Owh masih ada angkatan XXX SM di kelas ini.", dan sebagainya. Kalimat-kalimat tersebut kadang terdengar tidak asing di telinga para mahasiswa lama tersebut. Kalimat tersebut memang menyakitkan, tapi itulah kenyataannya, kalian sebagai mahasiswa lama harus sadar betul akan ucapan tersebut. Kalau selama ini kalian kuliah selalu duduk di belakang cobalah duduk di depan, dan benar-benar mendengarkan apa yang dijelaskan dosen tersebut. Jangan pernah mengecap buruk seorang dosen, karena itu akan mempengaruhi mood belajar kalian, jika kalian mengecap buruk dosen kalian maka mood kalian untuk mempelajari mata kuliahnya akan cenderung ikut jelek juga. Sebagai mahasiswa yang pernah mengambil mata kuliah tersebut, kalian paling gak udah ada gambaran seperti apa mata kuliahnya dan bagaimana dosennya, itu bisa menjadi modal penting bagi kalian untuk curi start, artinya kalian dapat mempelajari lebih dahulu materi-materi yang dulu kalian belum pahami, kalau penjelasan dari dosen belum cukup membantu, coba tanyakanlah refrensi yang bisa kalian gunakan. Jika kalian melakukan hal tersebut niscayalah dosen kalian akan sedikit melunak dan tidak akan mengejek kalian lagi, selain itu ada peluang juga untuk kalian bisa lulus dengan nilai yang memuaskan, ingat jangan sia-siakan waktumu dengan percuma, kalian sudah ada di batas akhir, yang perlu kalian lakukan adalah menerima kesalahan kalian dulu dan belajar dari situ.


4. Rasa Jenuh Untuk Belajar


Kalo yang satu ini, gak dapat dipungkiri lagi merupakan rasa yang paling sering dirasakan mahasiswa Tingkat Akhir. Perasaan mulai pusing, mual, pasrah merupakan hal wajar dialami mahasiswa tingkat akhir. Namanya juga otak dipake kuliah 4 tahun siapa yang gak pusing, tapi jangan pernah jadikan alasan rasa jenuh kalian sebagai alasan untuk kalian berhenti. Ingatlah waktu yang sudah kalian habiskan selama 4 tahun kemarin apa kalian akan membuangnya begitu saja? Serta bagaimana dengan orang tua kalian yang udah kerja keras buat kuliahin kalian? Ingat mahasiswa adalah kaum elit gak semua orang bisa menikmati bangku kuliah, kalau kalian menyerah sekarang kasihanlah mereka yang ingin kuliah namun tak mampu. Kalau kalian merasa selama ini kuliah kalian gak beres, cari tahulah penyebabnya, intropeksi diri, kalau kalian mau maju, kalau gak dari selama kalian kuliah kapan lagi? Ada quote dari seorang intelektual negeri kita, bapak Dahlan Iskan "Habiskan Jatah Gagalmu Ketika Kamu Masih Muda." jadi kalau kalian dulu pernah salah bukan berarti itu akhir dari masa depan kalian, jadikanlah ini sebagai titik balik kalian mengejar kesuksesan dan mimpi kalian. 


Penulispun saat ini tengah menjalani studi semester sembilan di Teknik Elektro Undip. Namun penulis masih memiliki keinginan tinggi untuk belajar, beberapa hal yang penulis tulis di atas merupakan bagian dari pengalaman yang pernah penulis dapatkan sendiri. Intinya kalian hanya perlu mengalahkan diri kalian sendiri, mengalahkan rasa malas, jenuh, dan malu. Penulis masih memiliki target untuk mengambil S2 bidang Management dan Bisnis, serta berharap terdapat gelar tersebut diundangan nikah ST, MM. Penulis hanya ingin sekedar berbagi cerita bagi kalian sesama mahasiswa tua ayo kita sama-sama semangat belajar lagi, dan untuk mahasiswa baru, tolong jangan dicontoh kecuali kalian siap. Karena menurut penulis, kuliah itu bukan masalah cepet-cepetan lulus, tapi bagaimana kamu bisa mempelajari banyak hal baru yang bisa berguna bagimu kelak dengan maksimal. Jadilah mahasiswa tua yang bermartabat tinggi, sehingga kalian tidak menghabiskan waktu kalian di kampus dengan percuma. Mungkin quote-quote berikut ini bisa jadi motivasi bagi kalian semua..









Sunday, 5 July 2015

Naruto Uzumaki

Halo, selamat menyampah lagi..
Minggu ini sumpah tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, bangga dan depresi jadi satu. 
Tapi kak, kenapa judulnya naruto? Emang mau bikin cerita tentang naruto?
Pasti banyak yang berpikiran seperti itu kan.. hayo ngaku.. Dari pada gw ceritain alasannya, mendingan dengerin cerita gw dulu ya..

Jadi begini, seperti kataku diawal tadi, minggu ini serba wow, gw gak tau harus nyeritain dari bagian yang mana, mending dari yang baik dulu aja kali ya. Seperti yang sudah saya ceritakan pada sampah-sampah saya sebelumnya, bagaimana keadaan kuliah saya saat ini, ya tragis memang. Sempat  saya berpikir saya pasti bisa membalikan keadaan di semester ini, belajar jadi  lebih rajin, ngerjain tugas juga rajin, sampai-sampai tanpa saya sadari, ternyata kebanyakan pelajaran yang saya tidak pahami, sekarang sudah hatam di luar kepala. Lalu saya berpikir, memang kebanyakan gak fokus semester-semester kemarin. Dengan penuh percaya diri dan langkah pasti, setiap hari saya pergi ke kampus, meski harus sekelas dengan junior, tak begitu masalah buat saya, "emang gak malu kak?" malu?? please gw kuliah bukan buat mereka, tapi buat diri gw sendiri dan buat banggain orang tua gw, jadi udah di buang jauh-jauh dah tuh rasa gengsi dan malu. Semua berjalan sesuai ritme dengan baik, meskipun kadang agak jenuh juga, karena gila aja yang gw ambil 8 mata kuliah, sekali-kali emang sering memanfaatkan absen 3x itu. 

Rasanya gw yakin banget semester ini gw bisa dapet nilai A semua.  Sampai suatu ketika dipagi hari nan cerah, saat gw datang ke kampus untuk mengikuti UAS Fisika Dasar 2, aku melangkahkan kakiku ke arah meja TU, di sana tergeletak kartu Ujianku, dan Jackpot!!! Ternyata gw gak bisa ikut ujian Metnum dan Proteksi Petir, seketika itu juga semua plan, impian, semangat, dan harapan gw hancur berkeping-keping. Selama pagi itu aku mencoba setenang mungkin, aku gak mau semua usahaku untuk memahami fisika dasar jadi buyar karena masalah ini. Pelan-pelan kudatangi lab power, di sana kutanyakan teman-temanku tentang masalah ini, dan ternyata banyak juga yang senasib, mereka menyarankanku untuk meloby sang dosen. Lalu datanglah gw nemuin tuh dua dosen, dan ternyata hasilnya sama saja, sia-sia. 

Rasa duka dicampur galau tiada tara, menghinggapiku lagi, kali ini bukan karena wanita, tapi karena kuliah. Kecewa, kesel, putus asa hinggap semua sampai rasanya bingung mau gimana lagi. Impian untuk lulus agustus taun depan seakan memudar. Waktu terasa lambat, tidurpun tak nyenyak, belajar untuk mata kuliah lain pun terganggu. Ingin rasanya menghibur diri tapi tak bisa, mau nangis tapi buat apa, percuma. Tapi mengingat bagaimana gw selalu memberikan contekan tentang tugas metoda numerik, atau bagaimana gw susah payah ngajak yang lain buat ngurus kunjungan dan gw harus ngerjain laporannya sendiri, sementara temen sekelompokku boleh mengikuti ujian. Penyesalan mendalam hinggap sampai akhirnya tibalah di suatu minggu pagi. Ingin ke gereja tapi entah mengapa rasanya seperti ada beban yang menahanku.

Alkisah berhasilah aku ke gereja, dengan rasa sedih dan kecewa, rasanya ke gereja pun jadi tak nyaman. Hingga akhirnya romo pun berkotbah, kurang lebih seperti ini ceritanya;
"Seperti yang kita ketahui bersama bagaimana seorang Yesus ditolak di kota asal-Nya sendiri, padahal Dia menawarkan cinta pada mereka, tetapi mereka menolak-Nya. Namun Yesus tidak putus asa, Dia tetap mengajar dari desa ke desa, kata-Nya Tidak ada nabi yang diterima di kota-Nya sendiri. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh seorang Yesus, tetapi para Nabi yang lain pun mengalami hal yang sama. Lalu saya ada cerita juga bagaimana mendeskripsikan rasa sakit yang dirasakan oleh Yesus. Jadi ada seorang cowok, cowok ini biasa saja, tetapi dia sangat mencintai seorang wanita, lalu hingga suatu saat sang cowok mengutarakan cintanya pada sang wanita, namun apa hendak di kata sang wanita menolak cowok tersebut, rasa sakit, sedih dan kecewa dirasakan oleh pemuda itu, tetapi entah mengapa sang pemuda itu tetap mencintai wanita tersebut. 10 tahun pun berlalu, saat berbelanja tiba-tiba mereka berjumpa, lalu sang wanitapun menyapanya, wajah senang lalu ditampakan oleh si cowok itu, akhirnya si cewekpun bercerita bagaimana dia sudah menikah dengan seorang pria, yang mapan, cerdas dengan gaji puluhan juta. Sang cowok pun hanya mendengarkan dengan sedih namun dia tetap tersenyum, karena dia tahu wanita idamannya bisa bahagia. Lalu tiba-tiba datanglah suami dari wanita tersebut, dan secara tiba-tiba langsung menyalami sang cowok tersebut, belum hilang rasa heran si cewek, sang suami berkata, "Mih ini bos tempatku bekerja, kalian saling kenal? kasian beliau hidup sendiri karena pernah ditolak seorang wanita yang dicintainya." 

Kalo kata romo jangan diterusin lagi, nanti jadi sinetron, hahaha. Mendengar cerita tersebut tiba-tiba aku bisa tertawa puas, sampe lupa klo lagi di gereja :D :D. Kalo kata romo lagi, jangan pernah menolak cinta, menolak cinta berarti menolak kasih, menolak kasih berarti menolak Allah, yang cowok abis denger kotbah ini pasti semangat, hahaha. Ya, lalu aku teringat lagi tentang galauku di masa lalu, aku berpikir sepertinya aku berbuat jahat terhadap cewek yang aku cintai, udah buat dia melakukan hal tersebut, terkadang kecewaan memang datang, tetapi membiarkan diri kita larut dalam penyesalan juga tidak akan menghasilkan apapun, yang perlu kulakukan adalah memaafkan diri sendiri, dan mulai melangkah lagi, serta jangan mengulangi ke salahan yang sama. Lalu sebuah kutipan di bacaan 2 juga menyadarkanku,"Cukuplah kasih karunia-Ku kepadamu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." ya sepertinya aku terlalu berfokus pada kegagalan ini saja, sehingga aku lupa karunia apa saja yang Tuhan telah berikan padaku selama 1 semester ini, mengulangpun aku sudah paham. Dan benarlah pula apa kata orang kalau gereja adalah tempat bagi mereka yang sakit dan lemah, karena sepulang gereja aku merasa dikuatkan. o:)

Akhirnya setelah pulang dari gereja gw pergi ke Stasiun untuk membeli tiket pulang, dan ternyata lagi ada promo, akhirnya setelah sekian lama gw bakalan bisa kumpul lagi sama temen-temen SMA gw. Setelah dari sana aku pulang, belajar sejenak untuk ujian kalkulus besok selasa, karena mulai jenuh kuputuskan istirahat sejenak menonton film Naruto: The Last Movie. Well, sudah sejak lama gw ngikutin nih kartun, dari zaman gw kelas 5 SD sampe gw kuliah gini. Naruto udah jadi kayak temen bisu gw tumbuh dari zaman bocah sampe sekarang, bagian dari diri gw kayak ada di naruto, cuma anehnya dari naruto bocah sampe udah nikah, gw belum juga lulus kuliah, hahaha. Emang naruto komik yang bikin gw nagih banget, mau kata orang ceritanya mulai bosenin, atau aneh-aneh gak jelas, endingnya keliatan, dan lain-lain, tetep aja gw gak bisa lepas dari nih komik. Sampe naruto tamat aja, gw bisa ikut terharu sendiri, emang yang namanya cerita harus ada endingnya, gitu juga gw, karena ibarat naruto itu sisi masa kecilku yang kadang masih kebawa sampe sekarang, udah harus sampe endingnya. Sekarang tanggal 5 Juli 2 bulan lagi gw umur 23, udah bukan umur yang pantes buat kekanak-kanakan, harus udah bisa dewasa.

Maka gw tontonlah film ini, film terakhir naruto katanya. Berlatar tentang kehidupan percintaan Hinata dan Naruto, kisah ini mengangkat gak pekanya Naruto terhadap perasaan Hinata. Bagaimana naruto bisa galau dan putus asa 3 hari 3 malam, padahal dia seorang pahlawan perang, cuma karena ditinggal Hinata. Hingga suatu saat shikamaru nyeletuk, "Lebih baik kau menyerah saja sebagai hokage, kalau hanya masalah wanita saja kau sudah menyerah." kata-kata itu menyulut naruto dan gw sepertinya. Gw jadi keinget bagaimana dari dulu gw pingin bisa membangun negeri ini jadi lebih baik, emang jadi presiden bukan seutuhnya impian gw, tapi setidaknya gw bertekad untuk bisa memberikan perubahan yang lebih baik buat negara ini. Tapi klo cuma masalah wanita sama kuliah aja udah bikin gw galau dan depresi gak jelas, jangankan ngerubah negeri ini, ngerubah diri sendiri aja, mustahil rasanya.

Naruto memang memberikan banyak semangat positif dalam diriku, melihat seorang naruto yang berjuang sekeras itu hanya bermodalkan kerja keras dan keyakinannya yang kuat akan "cinta" bisa membuatnya mewujudkan semua impiannya. Klo dipikir-pikir wajar kalo Naruto tamat duluan, usahanya jauh lebih keras dari gw, hahaha. Sekarang udah tau kan kenapa judulnya naruto, gw masih nyimpen komik-komik naruto koleksi gw, dan gw gak pernah berhenti beli, rencananya gw sama adek gw mau bikin perpustakaan di rumah, biar kelak kalo kita udah tua dan punya anak mereka gak bosen main ke rumah bapak sama ibu, the movie nya pun masih ada lengkap, setidaknya bisa jadi bahan buat dongengin anak kelak, hahaha. Tak kebayang bagaimana semangat dan rasa bahagia, bisa terkumpul lagi dalam 1 hari, owh ya by the way juga, hari ini aku bisa ngajak chating adiknya Pundhi lho, wkwkwk. Pokoknya gw udah harus yakin dan mantap dengan semua langkah yang gw ambil, permasalahan apapun yang ada jangan bikin gw nyerah gitu aja, tetap semangat dan optimis biarpun peluangnya cuma 0,0000000000001%. Petualangan Naruto Uzumaki mungkin sudah selesai, tetapi petualanganku belum, masih banyak tantangan di depan. Sisa-sisa waktu kuliahku harus dimanfaatkan dengan baik. Akhir Kata

DATEBAYYOOO!!!!!!!!!



tambahaan: http://www.kaskus.co.id/thread/5597ccf1162ec2d9038b456b/?ref=forumlanding&med=hot_thread

Wednesday, 3 June 2015

Cross Road

Hei, pagi ini entah napa, tiba-tiba ada ilham buat nulis lagi. Kali ini gw ngangkat tema, tentang persimpangan. Seperti yang kita ketahui ada banyak macam persimpangan, ada simpang dua, simpang tiga, sampe simpang lima, tapi bukan persimpangan yang kayak gitu yang mau gw bahas. Apakah kalian termasuk orang yang percaya dengan pepatahnya master Oogway (kalo gak tau, kuper bener lu, haha), kata-katanya klo gak salah "tidak ada yang namanya kebetulan." yup gw termasuk orang yang percaya dengan pendapat tersebut, klo kalian percaya gak? klo percaya berarti kita jodoh dong -ciee-.
Oke back ke topic lagi, ya gw selalu merasa semua ini seperti sudah ada yang mengatur, bukan berarti kita ini boneka terus ada yang menjalankan, bukan, bukan seperti itu, tapi lebih kayak kita ini ibarat orang yang lagi bermain dalam suatu drama, yang melibatkan semesta di dalamnya. Kita bebas mau menjadi apapun tetapi tetap ada sutradara besar yang bermain dibelakang kita. Seperti itulah kira-kira, jadi baik atau gaknya peran kita juga dinilai dari effort kita selama menjalani proses peran tersebut.
Dulu banget zaman maba (mahasiswa botak) gw pernah galau gitu, ternyata gw kayaknya cukup sulit beradaptasi dengan lingkungan di semarang, belum lagi gw harus pisah jauh dari temen-temen gw pas SMA dulu, mana liburnya gw selalu beda sendiri lagi. Dan cobaan gw gak berhenti disitu, belum masalah CBST -pokoknya temennya CLBK, tapi versi ngenes gitu deh, hahaha-, masalah nilai, masalah kader yang gak kelar-kelar dan lain-lain. Sempet gw berpikir, apa gw udah salah milih tempat ya, coba dulu gw ngambil Telkom, atau gak gw gak muluk-muluk ambil pilihan 1 ITB, atau, dan atau lainnya pun bermunculan.
Tapi itu dulu, zaman gw masih belum bisa mikir, akhirnya setelah mencoba untuk mencintai prosesnya dan berusaha yang terbaik yang gw bisa, ternyata gw sekarang bersyukur banget, mungkin orang lain gak bisa lihat, tapi gw sendiri ngerasain klo gw udah berkembang dari diri gw yang lama. Dan sekarang gw berpikir semuanya ini skenario dari Tuhan, mungkin Tuhan tahu sifat gw kayak gimana, dan untuk memperbaiki sifat-sifat buruk gw itu, Tuhan memilihkan jalan ini, di mana pada jalan ini aku bersimpangan dengan orang-orang hebat, orang-orang yang mengenal hidup, dan mengerti arti bahagia.
Bayangin aja klo dulu gw di Bandung, apa iya diri gw bakal sebaik sekarang, gw gak akan kenal orang-orang kayak anak halan-halan atau hangout kemana gitu, atau anak-anak WAEE2011, Comitree dan lain-lain. Secara tidak langsung merekalah yang sudah membuatku berkembang seperti sekarang. Di sini gw tahu pentingnya sebuah proses daripada hasil, dan proses tidak pernah mengkhianati hasil, di sini gw tahu kalau cinta itu butuh perjuangan, gw juga tahu kalau mitos cewek dan cowok itu gak bisa sahabatan ternyata salah, di sini gw punya banyak temen-temen cewek yang gw sayang, gw bisa melihat dunia dari berbagai macam kacamata, sudut pandang serta pemikiran, dan di sini gw tahu masih banyak orang baik di dunia ini.
Dan akhirnya sekarang semua pada titik ujung akhir persimpangan panjang ini, sebentar lagi aku akan berpisah dengan mereka, dan kejadian saat aku berpisah dengan teman-teman SMAku pun terulang lagi, tetapi sekarang aku sudah paham, karena aku yakin Tuhan merasa waktuku dengan mereka sudah cukup, aku sudah mendapat pengalaman dari mereka, dan mungkin Tuhan sudah menyiapkan level kehidupan yang baru, buatku serta teman-temanku tersebut. Memang tidak semua pelajaran dan pengalaman itu bisa aku tuliskan satu-satu, atau orang-orangnya, tapi setidaknya semua itu sudah membuatku menjadi lebih berani menatap masa depan.

Quote dari seorang teman, "Kita mungkin merasa tidak sengaja dipertemukan, tapi entah mengapa, pertemuan denganmu memberikanku banyak pelajaran, dan kadang aku merasa, seperti aku hanya belajar darinya dan tidak kebalikannya, tapi Tuhan tahu, kita tidak dipertemukan begitu saja, jika kita mempelari prosesnya, maka kita akan paham, mungkin persimpangan ini sementara, atau mungkin suatu saat kita akan beradu peran lagi dalam drama alam semesta ini? Kita tidak pernah tahu, semua adalah misteri dari Sang Sutradara."


Saturday, 23 May 2015

Apa Kabar

Halo bapak ibu di rumah apa kabar?
Aku tau bapak ibu mungkin gak tau klo aku punya blog, hahaha
Tapi gak apalah, tiba-tiba aku kangen aja sama bapak ibu di rumah. Gara-gara baca thread di kaskus yang judulnya "apa aja yang dilakuin orang tua kalian saat mereka rindu kalian." aku jadi keinget bapak ibu di rumah, kira-kira bapak ibu gitu juga gak ya?

Di situ ditulis katanya ada beberapa hal, mulai dari langsung nelpon cuma buat nanyain kabar, klo ini kayaknya bapak ibu udah pasti tiap hari, meskipun kadang aku terlalu sibuk dengan hal-hal ku disini sampe gak sadar klo ditelpon.

Terus ada juga yang minta anaknya buat pulang, klo ini ibu bapak juga kadang-kadang nanyain aku pulang kapan, tapi aku selalu bilang klo aku sibuk, tanpa aku pernah mempedulikan betapa rindunya kalian dengan diriku, padahal kalian sendiri pun memikirkan bagaimana klo permintaan kalian ini akan mengganggu kesibukanku. Padahal terkadang alasanku untuk tidak pulang karena aku merasa malu dengan akademik ku yang rasanya tak kunjung membaik, sehingga aku takut untuk pulang mebuat malu dan kecewa bapak-ibu, tapi sekarang aku tahu betapa egoisnya aku karena kalian hanya rindu dan tak menuntut apapun.

Lalu ada juga yang memasak makanan favorit anaknya. Wah klo yang ini ibu sering cerita, ibu mesti masih sering masakin masakan favoritku sayur toge, plencing kangkung, pecel dan mie goreng, bakwan jagung dan masih banyak lagi. Setiap kali ibu cerita klo dia lagi masak makanan favoritku aku pasti ngiler sendiri, emang gak ada masakan di semarang yang se enak masakan ibu di rumah. Aku kangen masakannya ibu.

Nah terus ada juga yang ngehabisin waktu ditempat favorit anak-anaknya. Klo aku yang ini penasaran, klo tempat main favoritku dulu kan warnet, masa iya ibu atau bapak ke warnet juga, haha.. Tapi selain warnet berhubung anak-anak bapak ibu ini pada suka makan, ibu sama bapak mesti masih sering ke bakso sabar, soto caknur, sate maranggi atau nasi uduk pondok hijau.. Duh jadi laper lagi kan..

Nah lalu yang satu ini, bapak sama ibu suka ngangkat aku jadi topik obrolan gak ya? Kalau bapak-ibu suka dengerin cerita orang-orang tentang anak-anaknya yang udah pada sukses atau berhasil, mas minta maaf ya sampai saat ini mas masih sering ngecewain bapak-ibu. Cuma ada cerita-cerita kegagalan dan kenakalan doang yang mas kasih ke bapak-ibu, yang gak bisa bikin bapak-ibu bangga buat nyeritain diriku.

Klo yang terakhir ini, tanpa bapak-ibu nyeritain ke aku, aku udah tau kok, klo seperti apapun aku saat ini kalian selalu mendoakanku. Hal ini benar-benar kurasakan dalam keseharianku, setiap kali aku menemui hal sulit, tanpa sadar aku dapat melaluinya, saat aku merasa lemah dan sedih tiba-tiba aku merasa kuat, menurutku semua ini mustahil klo bukan karena doa-doa kalian yang tak kenal henti. Bapak-ibu juga harus tahu, meskipun aku jarang berdoa tapi setiap ke gereja aku juga selalu mendoakan kalian supaya sehat dan bahagia selalu.

Entah kenapa aku tiba-tiba ingin menyeritakan ini semua dalam blog, tapi mungkin perlu bapak-ibu ketahui klo anak cowokmu satu ini gak begitu pandai dalam menunjukan perasaannya yang sesungguhnya ke orang-orang yang dicintainya. Aku tau sampe saat ini kalian mungkin masih kecewa denganku, tapi itu tak apa, aku tau semua salahku. Aku cuma pingin bapak-ibu tau meskipun aku sedang mengalami masa-masa sulit dalam kuliahku aku gak akan mengeluh lagi pada kalian, aku akan menunjukan pada kalian berdua klo anak kalian yang satu ini sudah bisa tumbuh menjadi laki-laki yang dewasa. Meski aku sering merasa sendiri dalam setiap persoalanku tapi disini aku ada orang-orang yang mengharuskanku untuk tetap kuat dan tersenyum, mereka menjadi tempatku berlatih untuk menjadi laki-laki seperti yang bapak ibu harapkan. Maaf mas selalu mengecewakan bapak ibu selama ini, mas juga bakal jaga adek dan memperhatikannya karena adek adalah hadiah terbaik dari bapak ibu buat mas.

Salam cinta dan kangen buat bapak ibu

Dari Mas Alva

Saturday, 16 May 2015

The Silence of the Night

When the time pass
And the light fade
All the laugh that has gone
Leaving me behind with my own

While all the city sleep
My mind are wide awake
Counting down the day we had left
Every memories that we've been made

When together with you guys
I feel easiness in my days
All the troubles that's burden me
Suddenly goes away

I used to talk
That I'm content of loneliness
But the truth
I barely keep my heads up

Than I wondering
What would I be without all off you
Just a total complete stranger
With nothing I can do best

So I made up my mind
Rather than to looking foor relationship
I would like to spend the time that I still had
For the sake of friendship

I know I'm just an ordinary man
I'm not someone genius enough
For you guys to ask me
I'm not someone strong enough
To protect you guys
But I think I still can love all of you good enough