Sunday, 5 July 2015

Naruto Uzumaki

Halo, selamat menyampah lagi..
Minggu ini sumpah tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, bangga dan depresi jadi satu. 
Tapi kak, kenapa judulnya naruto? Emang mau bikin cerita tentang naruto?
Pasti banyak yang berpikiran seperti itu kan.. hayo ngaku.. Dari pada gw ceritain alasannya, mendingan dengerin cerita gw dulu ya..

Jadi begini, seperti kataku diawal tadi, minggu ini serba wow, gw gak tau harus nyeritain dari bagian yang mana, mending dari yang baik dulu aja kali ya. Seperti yang sudah saya ceritakan pada sampah-sampah saya sebelumnya, bagaimana keadaan kuliah saya saat ini, ya tragis memang. Sempat  saya berpikir saya pasti bisa membalikan keadaan di semester ini, belajar jadi  lebih rajin, ngerjain tugas juga rajin, sampai-sampai tanpa saya sadari, ternyata kebanyakan pelajaran yang saya tidak pahami, sekarang sudah hatam di luar kepala. Lalu saya berpikir, memang kebanyakan gak fokus semester-semester kemarin. Dengan penuh percaya diri dan langkah pasti, setiap hari saya pergi ke kampus, meski harus sekelas dengan junior, tak begitu masalah buat saya, "emang gak malu kak?" malu?? please gw kuliah bukan buat mereka, tapi buat diri gw sendiri dan buat banggain orang tua gw, jadi udah di buang jauh-jauh dah tuh rasa gengsi dan malu. Semua berjalan sesuai ritme dengan baik, meskipun kadang agak jenuh juga, karena gila aja yang gw ambil 8 mata kuliah, sekali-kali emang sering memanfaatkan absen 3x itu. 

Rasanya gw yakin banget semester ini gw bisa dapet nilai A semua.  Sampai suatu ketika dipagi hari nan cerah, saat gw datang ke kampus untuk mengikuti UAS Fisika Dasar 2, aku melangkahkan kakiku ke arah meja TU, di sana tergeletak kartu Ujianku, dan Jackpot!!! Ternyata gw gak bisa ikut ujian Metnum dan Proteksi Petir, seketika itu juga semua plan, impian, semangat, dan harapan gw hancur berkeping-keping. Selama pagi itu aku mencoba setenang mungkin, aku gak mau semua usahaku untuk memahami fisika dasar jadi buyar karena masalah ini. Pelan-pelan kudatangi lab power, di sana kutanyakan teman-temanku tentang masalah ini, dan ternyata banyak juga yang senasib, mereka menyarankanku untuk meloby sang dosen. Lalu datanglah gw nemuin tuh dua dosen, dan ternyata hasilnya sama saja, sia-sia. 

Rasa duka dicampur galau tiada tara, menghinggapiku lagi, kali ini bukan karena wanita, tapi karena kuliah. Kecewa, kesel, putus asa hinggap semua sampai rasanya bingung mau gimana lagi. Impian untuk lulus agustus taun depan seakan memudar. Waktu terasa lambat, tidurpun tak nyenyak, belajar untuk mata kuliah lain pun terganggu. Ingin rasanya menghibur diri tapi tak bisa, mau nangis tapi buat apa, percuma. Tapi mengingat bagaimana gw selalu memberikan contekan tentang tugas metoda numerik, atau bagaimana gw susah payah ngajak yang lain buat ngurus kunjungan dan gw harus ngerjain laporannya sendiri, sementara temen sekelompokku boleh mengikuti ujian. Penyesalan mendalam hinggap sampai akhirnya tibalah di suatu minggu pagi. Ingin ke gereja tapi entah mengapa rasanya seperti ada beban yang menahanku.

Alkisah berhasilah aku ke gereja, dengan rasa sedih dan kecewa, rasanya ke gereja pun jadi tak nyaman. Hingga akhirnya romo pun berkotbah, kurang lebih seperti ini ceritanya;
"Seperti yang kita ketahui bersama bagaimana seorang Yesus ditolak di kota asal-Nya sendiri, padahal Dia menawarkan cinta pada mereka, tetapi mereka menolak-Nya. Namun Yesus tidak putus asa, Dia tetap mengajar dari desa ke desa, kata-Nya Tidak ada nabi yang diterima di kota-Nya sendiri. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh seorang Yesus, tetapi para Nabi yang lain pun mengalami hal yang sama. Lalu saya ada cerita juga bagaimana mendeskripsikan rasa sakit yang dirasakan oleh Yesus. Jadi ada seorang cowok, cowok ini biasa saja, tetapi dia sangat mencintai seorang wanita, lalu hingga suatu saat sang cowok mengutarakan cintanya pada sang wanita, namun apa hendak di kata sang wanita menolak cowok tersebut, rasa sakit, sedih dan kecewa dirasakan oleh pemuda itu, tetapi entah mengapa sang pemuda itu tetap mencintai wanita tersebut. 10 tahun pun berlalu, saat berbelanja tiba-tiba mereka berjumpa, lalu sang wanitapun menyapanya, wajah senang lalu ditampakan oleh si cowok itu, akhirnya si cewekpun bercerita bagaimana dia sudah menikah dengan seorang pria, yang mapan, cerdas dengan gaji puluhan juta. Sang cowok pun hanya mendengarkan dengan sedih namun dia tetap tersenyum, karena dia tahu wanita idamannya bisa bahagia. Lalu tiba-tiba datanglah suami dari wanita tersebut, dan secara tiba-tiba langsung menyalami sang cowok tersebut, belum hilang rasa heran si cewek, sang suami berkata, "Mih ini bos tempatku bekerja, kalian saling kenal? kasian beliau hidup sendiri karena pernah ditolak seorang wanita yang dicintainya." 

Kalo kata romo jangan diterusin lagi, nanti jadi sinetron, hahaha. Mendengar cerita tersebut tiba-tiba aku bisa tertawa puas, sampe lupa klo lagi di gereja :D :D. Kalo kata romo lagi, jangan pernah menolak cinta, menolak cinta berarti menolak kasih, menolak kasih berarti menolak Allah, yang cowok abis denger kotbah ini pasti semangat, hahaha. Ya, lalu aku teringat lagi tentang galauku di masa lalu, aku berpikir sepertinya aku berbuat jahat terhadap cewek yang aku cintai, udah buat dia melakukan hal tersebut, terkadang kecewaan memang datang, tetapi membiarkan diri kita larut dalam penyesalan juga tidak akan menghasilkan apapun, yang perlu kulakukan adalah memaafkan diri sendiri, dan mulai melangkah lagi, serta jangan mengulangi ke salahan yang sama. Lalu sebuah kutipan di bacaan 2 juga menyadarkanku,"Cukuplah kasih karunia-Ku kepadamu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." ya sepertinya aku terlalu berfokus pada kegagalan ini saja, sehingga aku lupa karunia apa saja yang Tuhan telah berikan padaku selama 1 semester ini, mengulangpun aku sudah paham. Dan benarlah pula apa kata orang kalau gereja adalah tempat bagi mereka yang sakit dan lemah, karena sepulang gereja aku merasa dikuatkan. o:)

Akhirnya setelah pulang dari gereja gw pergi ke Stasiun untuk membeli tiket pulang, dan ternyata lagi ada promo, akhirnya setelah sekian lama gw bakalan bisa kumpul lagi sama temen-temen SMA gw. Setelah dari sana aku pulang, belajar sejenak untuk ujian kalkulus besok selasa, karena mulai jenuh kuputuskan istirahat sejenak menonton film Naruto: The Last Movie. Well, sudah sejak lama gw ngikutin nih kartun, dari zaman gw kelas 5 SD sampe gw kuliah gini. Naruto udah jadi kayak temen bisu gw tumbuh dari zaman bocah sampe sekarang, bagian dari diri gw kayak ada di naruto, cuma anehnya dari naruto bocah sampe udah nikah, gw belum juga lulus kuliah, hahaha. Emang naruto komik yang bikin gw nagih banget, mau kata orang ceritanya mulai bosenin, atau aneh-aneh gak jelas, endingnya keliatan, dan lain-lain, tetep aja gw gak bisa lepas dari nih komik. Sampe naruto tamat aja, gw bisa ikut terharu sendiri, emang yang namanya cerita harus ada endingnya, gitu juga gw, karena ibarat naruto itu sisi masa kecilku yang kadang masih kebawa sampe sekarang, udah harus sampe endingnya. Sekarang tanggal 5 Juli 2 bulan lagi gw umur 23, udah bukan umur yang pantes buat kekanak-kanakan, harus udah bisa dewasa.

Maka gw tontonlah film ini, film terakhir naruto katanya. Berlatar tentang kehidupan percintaan Hinata dan Naruto, kisah ini mengangkat gak pekanya Naruto terhadap perasaan Hinata. Bagaimana naruto bisa galau dan putus asa 3 hari 3 malam, padahal dia seorang pahlawan perang, cuma karena ditinggal Hinata. Hingga suatu saat shikamaru nyeletuk, "Lebih baik kau menyerah saja sebagai hokage, kalau hanya masalah wanita saja kau sudah menyerah." kata-kata itu menyulut naruto dan gw sepertinya. Gw jadi keinget bagaimana dari dulu gw pingin bisa membangun negeri ini jadi lebih baik, emang jadi presiden bukan seutuhnya impian gw, tapi setidaknya gw bertekad untuk bisa memberikan perubahan yang lebih baik buat negara ini. Tapi klo cuma masalah wanita sama kuliah aja udah bikin gw galau dan depresi gak jelas, jangankan ngerubah negeri ini, ngerubah diri sendiri aja, mustahil rasanya.

Naruto memang memberikan banyak semangat positif dalam diriku, melihat seorang naruto yang berjuang sekeras itu hanya bermodalkan kerja keras dan keyakinannya yang kuat akan "cinta" bisa membuatnya mewujudkan semua impiannya. Klo dipikir-pikir wajar kalo Naruto tamat duluan, usahanya jauh lebih keras dari gw, hahaha. Sekarang udah tau kan kenapa judulnya naruto, gw masih nyimpen komik-komik naruto koleksi gw, dan gw gak pernah berhenti beli, rencananya gw sama adek gw mau bikin perpustakaan di rumah, biar kelak kalo kita udah tua dan punya anak mereka gak bosen main ke rumah bapak sama ibu, the movie nya pun masih ada lengkap, setidaknya bisa jadi bahan buat dongengin anak kelak, hahaha. Tak kebayang bagaimana semangat dan rasa bahagia, bisa terkumpul lagi dalam 1 hari, owh ya by the way juga, hari ini aku bisa ngajak chating adiknya Pundhi lho, wkwkwk. Pokoknya gw udah harus yakin dan mantap dengan semua langkah yang gw ambil, permasalahan apapun yang ada jangan bikin gw nyerah gitu aja, tetap semangat dan optimis biarpun peluangnya cuma 0,0000000000001%. Petualangan Naruto Uzumaki mungkin sudah selesai, tetapi petualanganku belum, masih banyak tantangan di depan. Sisa-sisa waktu kuliahku harus dimanfaatkan dengan baik. Akhir Kata

DATEBAYYOOO!!!!!!!!!



tambahaan: http://www.kaskus.co.id/thread/5597ccf1162ec2d9038b456b/?ref=forumlanding&med=hot_thread

Wednesday, 3 June 2015

Cross Road

Hei, pagi ini entah napa, tiba-tiba ada ilham buat nulis lagi. Kali ini gw ngangkat tema, tentang persimpangan. Seperti yang kita ketahui ada banyak macam persimpangan, ada simpang dua, simpang tiga, sampe simpang lima, tapi bukan persimpangan yang kayak gitu yang mau gw bahas. Apakah kalian termasuk orang yang percaya dengan pepatahnya master Oogway (kalo gak tau, kuper bener lu, haha), kata-katanya klo gak salah "tidak ada yang namanya kebetulan." yup gw termasuk orang yang percaya dengan pendapat tersebut, klo kalian percaya gak? klo percaya berarti kita jodoh dong -ciee-.
Oke back ke topic lagi, ya gw selalu merasa semua ini seperti sudah ada yang mengatur, bukan berarti kita ini boneka terus ada yang menjalankan, bukan, bukan seperti itu, tapi lebih kayak kita ini ibarat orang yang lagi bermain dalam suatu drama, yang melibatkan semesta di dalamnya. Kita bebas mau menjadi apapun tetapi tetap ada sutradara besar yang bermain dibelakang kita. Seperti itulah kira-kira, jadi baik atau gaknya peran kita juga dinilai dari effort kita selama menjalani proses peran tersebut.
Dulu banget zaman maba (mahasiswa botak) gw pernah galau gitu, ternyata gw kayaknya cukup sulit beradaptasi dengan lingkungan di semarang, belum lagi gw harus pisah jauh dari temen-temen gw pas SMA dulu, mana liburnya gw selalu beda sendiri lagi. Dan cobaan gw gak berhenti disitu, belum masalah CBST -pokoknya temennya CLBK, tapi versi ngenes gitu deh, hahaha-, masalah nilai, masalah kader yang gak kelar-kelar dan lain-lain. Sempet gw berpikir, apa gw udah salah milih tempat ya, coba dulu gw ngambil Telkom, atau gak gw gak muluk-muluk ambil pilihan 1 ITB, atau, dan atau lainnya pun bermunculan.
Tapi itu dulu, zaman gw masih belum bisa mikir, akhirnya setelah mencoba untuk mencintai prosesnya dan berusaha yang terbaik yang gw bisa, ternyata gw sekarang bersyukur banget, mungkin orang lain gak bisa lihat, tapi gw sendiri ngerasain klo gw udah berkembang dari diri gw yang lama. Dan sekarang gw berpikir semuanya ini skenario dari Tuhan, mungkin Tuhan tahu sifat gw kayak gimana, dan untuk memperbaiki sifat-sifat buruk gw itu, Tuhan memilihkan jalan ini, di mana pada jalan ini aku bersimpangan dengan orang-orang hebat, orang-orang yang mengenal hidup, dan mengerti arti bahagia.
Bayangin aja klo dulu gw di Bandung, apa iya diri gw bakal sebaik sekarang, gw gak akan kenal orang-orang kayak anak halan-halan atau hangout kemana gitu, atau anak-anak WAEE2011, Comitree dan lain-lain. Secara tidak langsung merekalah yang sudah membuatku berkembang seperti sekarang. Di sini gw tahu pentingnya sebuah proses daripada hasil, dan proses tidak pernah mengkhianati hasil, di sini gw tahu kalau cinta itu butuh perjuangan, gw juga tahu kalau mitos cewek dan cowok itu gak bisa sahabatan ternyata salah, di sini gw punya banyak temen-temen cewek yang gw sayang, gw bisa melihat dunia dari berbagai macam kacamata, sudut pandang serta pemikiran, dan di sini gw tahu masih banyak orang baik di dunia ini.
Dan akhirnya sekarang semua pada titik ujung akhir persimpangan panjang ini, sebentar lagi aku akan berpisah dengan mereka, dan kejadian saat aku berpisah dengan teman-teman SMAku pun terulang lagi, tetapi sekarang aku sudah paham, karena aku yakin Tuhan merasa waktuku dengan mereka sudah cukup, aku sudah mendapat pengalaman dari mereka, dan mungkin Tuhan sudah menyiapkan level kehidupan yang baru, buatku serta teman-temanku tersebut. Memang tidak semua pelajaran dan pengalaman itu bisa aku tuliskan satu-satu, atau orang-orangnya, tapi setidaknya semua itu sudah membuatku menjadi lebih berani menatap masa depan.

Quote dari seorang teman, "Kita mungkin merasa tidak sengaja dipertemukan, tapi entah mengapa, pertemuan denganmu memberikanku banyak pelajaran, dan kadang aku merasa, seperti aku hanya belajar darinya dan tidak kebalikannya, tapi Tuhan tahu, kita tidak dipertemukan begitu saja, jika kita mempelari prosesnya, maka kita akan paham, mungkin persimpangan ini sementara, atau mungkin suatu saat kita akan beradu peran lagi dalam drama alam semesta ini? Kita tidak pernah tahu, semua adalah misteri dari Sang Sutradara."


Saturday, 23 May 2015

Apa Kabar

Halo bapak ibu di rumah apa kabar?
Aku tau bapak ibu mungkin gak tau klo aku punya blog, hahaha
Tapi gak apalah, tiba-tiba aku kangen aja sama bapak ibu di rumah. Gara-gara baca thread di kaskus yang judulnya "apa aja yang dilakuin orang tua kalian saat mereka rindu kalian." aku jadi keinget bapak ibu di rumah, kira-kira bapak ibu gitu juga gak ya?

Di situ ditulis katanya ada beberapa hal, mulai dari langsung nelpon cuma buat nanyain kabar, klo ini kayaknya bapak ibu udah pasti tiap hari, meskipun kadang aku terlalu sibuk dengan hal-hal ku disini sampe gak sadar klo ditelpon.

Terus ada juga yang minta anaknya buat pulang, klo ini ibu bapak juga kadang-kadang nanyain aku pulang kapan, tapi aku selalu bilang klo aku sibuk, tanpa aku pernah mempedulikan betapa rindunya kalian dengan diriku, padahal kalian sendiri pun memikirkan bagaimana klo permintaan kalian ini akan mengganggu kesibukanku. Padahal terkadang alasanku untuk tidak pulang karena aku merasa malu dengan akademik ku yang rasanya tak kunjung membaik, sehingga aku takut untuk pulang mebuat malu dan kecewa bapak-ibu, tapi sekarang aku tahu betapa egoisnya aku karena kalian hanya rindu dan tak menuntut apapun.

Lalu ada juga yang memasak makanan favorit anaknya. Wah klo yang ini ibu sering cerita, ibu mesti masih sering masakin masakan favoritku sayur toge, plencing kangkung, pecel dan mie goreng, bakwan jagung dan masih banyak lagi. Setiap kali ibu cerita klo dia lagi masak makanan favoritku aku pasti ngiler sendiri, emang gak ada masakan di semarang yang se enak masakan ibu di rumah. Aku kangen masakannya ibu.

Nah terus ada juga yang ngehabisin waktu ditempat favorit anak-anaknya. Klo aku yang ini penasaran, klo tempat main favoritku dulu kan warnet, masa iya ibu atau bapak ke warnet juga, haha.. Tapi selain warnet berhubung anak-anak bapak ibu ini pada suka makan, ibu sama bapak mesti masih sering ke bakso sabar, soto caknur, sate maranggi atau nasi uduk pondok hijau.. Duh jadi laper lagi kan..

Nah lalu yang satu ini, bapak sama ibu suka ngangkat aku jadi topik obrolan gak ya? Kalau bapak-ibu suka dengerin cerita orang-orang tentang anak-anaknya yang udah pada sukses atau berhasil, mas minta maaf ya sampai saat ini mas masih sering ngecewain bapak-ibu. Cuma ada cerita-cerita kegagalan dan kenakalan doang yang mas kasih ke bapak-ibu, yang gak bisa bikin bapak-ibu bangga buat nyeritain diriku.

Klo yang terakhir ini, tanpa bapak-ibu nyeritain ke aku, aku udah tau kok, klo seperti apapun aku saat ini kalian selalu mendoakanku. Hal ini benar-benar kurasakan dalam keseharianku, setiap kali aku menemui hal sulit, tanpa sadar aku dapat melaluinya, saat aku merasa lemah dan sedih tiba-tiba aku merasa kuat, menurutku semua ini mustahil klo bukan karena doa-doa kalian yang tak kenal henti. Bapak-ibu juga harus tahu, meskipun aku jarang berdoa tapi setiap ke gereja aku juga selalu mendoakan kalian supaya sehat dan bahagia selalu.

Entah kenapa aku tiba-tiba ingin menyeritakan ini semua dalam blog, tapi mungkin perlu bapak-ibu ketahui klo anak cowokmu satu ini gak begitu pandai dalam menunjukan perasaannya yang sesungguhnya ke orang-orang yang dicintainya. Aku tau sampe saat ini kalian mungkin masih kecewa denganku, tapi itu tak apa, aku tau semua salahku. Aku cuma pingin bapak-ibu tau meskipun aku sedang mengalami masa-masa sulit dalam kuliahku aku gak akan mengeluh lagi pada kalian, aku akan menunjukan pada kalian berdua klo anak kalian yang satu ini sudah bisa tumbuh menjadi laki-laki yang dewasa. Meski aku sering merasa sendiri dalam setiap persoalanku tapi disini aku ada orang-orang yang mengharuskanku untuk tetap kuat dan tersenyum, mereka menjadi tempatku berlatih untuk menjadi laki-laki seperti yang bapak ibu harapkan. Maaf mas selalu mengecewakan bapak ibu selama ini, mas juga bakal jaga adek dan memperhatikannya karena adek adalah hadiah terbaik dari bapak ibu buat mas.

Salam cinta dan kangen buat bapak ibu

Dari Mas Alva

Saturday, 16 May 2015

The Silence of the Night

When the time pass
And the light fade
All the laugh that has gone
Leaving me behind with my own

While all the city sleep
My mind are wide awake
Counting down the day we had left
Every memories that we've been made

When together with you guys
I feel easiness in my days
All the troubles that's burden me
Suddenly goes away

I used to talk
That I'm content of loneliness
But the truth
I barely keep my heads up

Than I wondering
What would I be without all off you
Just a total complete stranger
With nothing I can do best

So I made up my mind
Rather than to looking foor relationship
I would like to spend the time that I still had
For the sake of friendship

I know I'm just an ordinary man
I'm not someone genius enough
For you guys to ask me
I'm not someone strong enough
To protect you guys
But I think I still can love all of you good enough

Monday, 11 May 2015

Otak ke Hati

Hai hati, apa kabarmu? 
Bahagiakah kau saat ini? 
Kudengar kau sudah pulih
Dari luka yang perih itu

Hai hati, sedang apa kau saat ini? 
Sepikah harimu, tanpa rasa? 
Kutahu kau masih takut
Menelan pahit yang sama

Kulihat kau saat ini banyak tersenyum
Adakah semua itu nyata? 
Tidakah mereka lihat kesemuan itu? 
Sebuah topeng pesta yang amat anggun

Kurasa dalam keramaianpun
Kau masih merasa sendiri
Berusaha tampil sempurna
Demi senyum mereka

Ohh, 
Kupikir kau mengulang kesalahan yang sama
Kesalahan yang membuatmu menderita
Menderita karena mencintai terlalu dalam

Tapi tak apalah
Sudah tabiatmu seperti itu
Aku hanya bisa mengalah
Ikuti semua kemauanmu

Hai hati.. 
One thing I wanna say.. 
Too much love will kill you.. 
In the end..