Wednesday, 3 June 2015

Cross Road

Hei, pagi ini entah napa, tiba-tiba ada ilham buat nulis lagi. Kali ini gw ngangkat tema, tentang persimpangan. Seperti yang kita ketahui ada banyak macam persimpangan, ada simpang dua, simpang tiga, sampe simpang lima, tapi bukan persimpangan yang kayak gitu yang mau gw bahas. Apakah kalian termasuk orang yang percaya dengan pepatahnya master Oogway (kalo gak tau, kuper bener lu, haha), kata-katanya klo gak salah "tidak ada yang namanya kebetulan." yup gw termasuk orang yang percaya dengan pendapat tersebut, klo kalian percaya gak? klo percaya berarti kita jodoh dong -ciee-.
Oke back ke topic lagi, ya gw selalu merasa semua ini seperti sudah ada yang mengatur, bukan berarti kita ini boneka terus ada yang menjalankan, bukan, bukan seperti itu, tapi lebih kayak kita ini ibarat orang yang lagi bermain dalam suatu drama, yang melibatkan semesta di dalamnya. Kita bebas mau menjadi apapun tetapi tetap ada sutradara besar yang bermain dibelakang kita. Seperti itulah kira-kira, jadi baik atau gaknya peran kita juga dinilai dari effort kita selama menjalani proses peran tersebut.
Dulu banget zaman maba (mahasiswa botak) gw pernah galau gitu, ternyata gw kayaknya cukup sulit beradaptasi dengan lingkungan di semarang, belum lagi gw harus pisah jauh dari temen-temen gw pas SMA dulu, mana liburnya gw selalu beda sendiri lagi. Dan cobaan gw gak berhenti disitu, belum masalah CBST -pokoknya temennya CLBK, tapi versi ngenes gitu deh, hahaha-, masalah nilai, masalah kader yang gak kelar-kelar dan lain-lain. Sempet gw berpikir, apa gw udah salah milih tempat ya, coba dulu gw ngambil Telkom, atau gak gw gak muluk-muluk ambil pilihan 1 ITB, atau, dan atau lainnya pun bermunculan.
Tapi itu dulu, zaman gw masih belum bisa mikir, akhirnya setelah mencoba untuk mencintai prosesnya dan berusaha yang terbaik yang gw bisa, ternyata gw sekarang bersyukur banget, mungkin orang lain gak bisa lihat, tapi gw sendiri ngerasain klo gw udah berkembang dari diri gw yang lama. Dan sekarang gw berpikir semuanya ini skenario dari Tuhan, mungkin Tuhan tahu sifat gw kayak gimana, dan untuk memperbaiki sifat-sifat buruk gw itu, Tuhan memilihkan jalan ini, di mana pada jalan ini aku bersimpangan dengan orang-orang hebat, orang-orang yang mengenal hidup, dan mengerti arti bahagia.
Bayangin aja klo dulu gw di Bandung, apa iya diri gw bakal sebaik sekarang, gw gak akan kenal orang-orang kayak anak halan-halan atau hangout kemana gitu, atau anak-anak WAEE2011, Comitree dan lain-lain. Secara tidak langsung merekalah yang sudah membuatku berkembang seperti sekarang. Di sini gw tahu pentingnya sebuah proses daripada hasil, dan proses tidak pernah mengkhianati hasil, di sini gw tahu kalau cinta itu butuh perjuangan, gw juga tahu kalau mitos cewek dan cowok itu gak bisa sahabatan ternyata salah, di sini gw punya banyak temen-temen cewek yang gw sayang, gw bisa melihat dunia dari berbagai macam kacamata, sudut pandang serta pemikiran, dan di sini gw tahu masih banyak orang baik di dunia ini.
Dan akhirnya sekarang semua pada titik ujung akhir persimpangan panjang ini, sebentar lagi aku akan berpisah dengan mereka, dan kejadian saat aku berpisah dengan teman-teman SMAku pun terulang lagi, tetapi sekarang aku sudah paham, karena aku yakin Tuhan merasa waktuku dengan mereka sudah cukup, aku sudah mendapat pengalaman dari mereka, dan mungkin Tuhan sudah menyiapkan level kehidupan yang baru, buatku serta teman-temanku tersebut. Memang tidak semua pelajaran dan pengalaman itu bisa aku tuliskan satu-satu, atau orang-orangnya, tapi setidaknya semua itu sudah membuatku menjadi lebih berani menatap masa depan.

Quote dari seorang teman, "Kita mungkin merasa tidak sengaja dipertemukan, tapi entah mengapa, pertemuan denganmu memberikanku banyak pelajaran, dan kadang aku merasa, seperti aku hanya belajar darinya dan tidak kebalikannya, tapi Tuhan tahu, kita tidak dipertemukan begitu saja, jika kita mempelari prosesnya, maka kita akan paham, mungkin persimpangan ini sementara, atau mungkin suatu saat kita akan beradu peran lagi dalam drama alam semesta ini? Kita tidak pernah tahu, semua adalah misteri dari Sang Sutradara."


Saturday, 23 May 2015

Apa Kabar

Halo bapak ibu di rumah apa kabar?
Aku tau bapak ibu mungkin gak tau klo aku punya blog, hahaha
Tapi gak apalah, tiba-tiba aku kangen aja sama bapak ibu di rumah. Gara-gara baca thread di kaskus yang judulnya "apa aja yang dilakuin orang tua kalian saat mereka rindu kalian." aku jadi keinget bapak ibu di rumah, kira-kira bapak ibu gitu juga gak ya?

Di situ ditulis katanya ada beberapa hal, mulai dari langsung nelpon cuma buat nanyain kabar, klo ini kayaknya bapak ibu udah pasti tiap hari, meskipun kadang aku terlalu sibuk dengan hal-hal ku disini sampe gak sadar klo ditelpon.

Terus ada juga yang minta anaknya buat pulang, klo ini ibu bapak juga kadang-kadang nanyain aku pulang kapan, tapi aku selalu bilang klo aku sibuk, tanpa aku pernah mempedulikan betapa rindunya kalian dengan diriku, padahal kalian sendiri pun memikirkan bagaimana klo permintaan kalian ini akan mengganggu kesibukanku. Padahal terkadang alasanku untuk tidak pulang karena aku merasa malu dengan akademik ku yang rasanya tak kunjung membaik, sehingga aku takut untuk pulang mebuat malu dan kecewa bapak-ibu, tapi sekarang aku tahu betapa egoisnya aku karena kalian hanya rindu dan tak menuntut apapun.

Lalu ada juga yang memasak makanan favorit anaknya. Wah klo yang ini ibu sering cerita, ibu mesti masih sering masakin masakan favoritku sayur toge, plencing kangkung, pecel dan mie goreng, bakwan jagung dan masih banyak lagi. Setiap kali ibu cerita klo dia lagi masak makanan favoritku aku pasti ngiler sendiri, emang gak ada masakan di semarang yang se enak masakan ibu di rumah. Aku kangen masakannya ibu.

Nah terus ada juga yang ngehabisin waktu ditempat favorit anak-anaknya. Klo aku yang ini penasaran, klo tempat main favoritku dulu kan warnet, masa iya ibu atau bapak ke warnet juga, haha.. Tapi selain warnet berhubung anak-anak bapak ibu ini pada suka makan, ibu sama bapak mesti masih sering ke bakso sabar, soto caknur, sate maranggi atau nasi uduk pondok hijau.. Duh jadi laper lagi kan..

Nah lalu yang satu ini, bapak sama ibu suka ngangkat aku jadi topik obrolan gak ya? Kalau bapak-ibu suka dengerin cerita orang-orang tentang anak-anaknya yang udah pada sukses atau berhasil, mas minta maaf ya sampai saat ini mas masih sering ngecewain bapak-ibu. Cuma ada cerita-cerita kegagalan dan kenakalan doang yang mas kasih ke bapak-ibu, yang gak bisa bikin bapak-ibu bangga buat nyeritain diriku.

Klo yang terakhir ini, tanpa bapak-ibu nyeritain ke aku, aku udah tau kok, klo seperti apapun aku saat ini kalian selalu mendoakanku. Hal ini benar-benar kurasakan dalam keseharianku, setiap kali aku menemui hal sulit, tanpa sadar aku dapat melaluinya, saat aku merasa lemah dan sedih tiba-tiba aku merasa kuat, menurutku semua ini mustahil klo bukan karena doa-doa kalian yang tak kenal henti. Bapak-ibu juga harus tahu, meskipun aku jarang berdoa tapi setiap ke gereja aku juga selalu mendoakan kalian supaya sehat dan bahagia selalu.

Entah kenapa aku tiba-tiba ingin menyeritakan ini semua dalam blog, tapi mungkin perlu bapak-ibu ketahui klo anak cowokmu satu ini gak begitu pandai dalam menunjukan perasaannya yang sesungguhnya ke orang-orang yang dicintainya. Aku tau sampe saat ini kalian mungkin masih kecewa denganku, tapi itu tak apa, aku tau semua salahku. Aku cuma pingin bapak-ibu tau meskipun aku sedang mengalami masa-masa sulit dalam kuliahku aku gak akan mengeluh lagi pada kalian, aku akan menunjukan pada kalian berdua klo anak kalian yang satu ini sudah bisa tumbuh menjadi laki-laki yang dewasa. Meski aku sering merasa sendiri dalam setiap persoalanku tapi disini aku ada orang-orang yang mengharuskanku untuk tetap kuat dan tersenyum, mereka menjadi tempatku berlatih untuk menjadi laki-laki seperti yang bapak ibu harapkan. Maaf mas selalu mengecewakan bapak ibu selama ini, mas juga bakal jaga adek dan memperhatikannya karena adek adalah hadiah terbaik dari bapak ibu buat mas.

Salam cinta dan kangen buat bapak ibu

Dari Mas Alva

Saturday, 16 May 2015

The Silence of the Night

When the time pass
And the light fade
All the laugh that has gone
Leaving me behind with my own

While all the city sleep
My mind are wide awake
Counting down the day we had left
Every memories that we've been made

When together with you guys
I feel easiness in my days
All the troubles that's burden me
Suddenly goes away

I used to talk
That I'm content of loneliness
But the truth
I barely keep my heads up

Than I wondering
What would I be without all off you
Just a total complete stranger
With nothing I can do best

So I made up my mind
Rather than to looking foor relationship
I would like to spend the time that I still had
For the sake of friendship

I know I'm just an ordinary man
I'm not someone genius enough
For you guys to ask me
I'm not someone strong enough
To protect you guys
But I think I still can love all of you good enough

Monday, 11 May 2015

Otak ke Hati

Hai hati, apa kabarmu? 
Bahagiakah kau saat ini? 
Kudengar kau sudah pulih
Dari luka yang perih itu

Hai hati, sedang apa kau saat ini? 
Sepikah harimu, tanpa rasa? 
Kutahu kau masih takut
Menelan pahit yang sama

Kulihat kau saat ini banyak tersenyum
Adakah semua itu nyata? 
Tidakah mereka lihat kesemuan itu? 
Sebuah topeng pesta yang amat anggun

Kurasa dalam keramaianpun
Kau masih merasa sendiri
Berusaha tampil sempurna
Demi senyum mereka

Ohh, 
Kupikir kau mengulang kesalahan yang sama
Kesalahan yang membuatmu menderita
Menderita karena mencintai terlalu dalam

Tapi tak apalah
Sudah tabiatmu seperti itu
Aku hanya bisa mengalah
Ikuti semua kemauanmu

Hai hati.. 
One thing I wanna say.. 
Too much love will kill you.. 
In the end.. 

Balada Salah Jurusan

Duh, gw kayaknya salah masuk jurusan ini..
Ah, aku gak cocok kuliah di sini..
Pelajarannya gak ada yang ngerti kayaknya gw salah masuk jurusan nih..

bla.. bla.. bla..

Kata-kata di atas, sudah sering kali terdengar di telingaku, entah sudah berapa kali aku mendengar curhatan orang seperti itu, sampai bosan rasanya. Hal-hal tersebut paling sering terdengar saat mahasiswa-mahasiswa baru menjalani kuliah di semester pertamanya. Mereka sering kali mengeluhkan tidak senang kaderisasinya lah, tugasnya banyaklah, dosennya killer lah, sampai pelajarannya absurd gitu..

Hei tolong, daripada kalian mengeluh, kenapa kalian tidak pernah bercermin dengan diri kalian terlebih dahulu? Tidak sadarkah kalian betapa beruntungnya kalian, berada pada jurusan kalian saat ini? Kalau memang kalian salah jurusan dan bakat kalian dianggap tidak mampu untuk mengikuti prodi atau jurusan tersebut, maka sejak test dulu kalian sudah otomatis gagal!!

Bukti kalau kalian seharusnya mampu mengikuti perkuliahan dijurusan tersebut adalah dengan diterimanya kalian dijurusan tersebut, jadi alasan seperti pelajarannya atau tugasnya susah itu gak masuk akal bro. Kalau kalian menjadikan alasan tersebut sebagai kambing hitam atas jeleknya nilai kalian, maka kalian itu pengecut! iya pengecut! kalian cuma bisa menyalahkan keadaan atas kemalasan kalian mengikuti dunia perkuliahan. Dunia perkuliahan itu dinamikanya tinggi sekali bos, klo lu cuma malas-malasan mau apapun jurusan lu, lu bakal tetap tersesat di dunia yang namanya "Salah Jurusan".

Saranku untuk kalian yang masih merasa salah jurusan, tolong pikirkanlah baik-baik hal berikut. Berapa besar biaya orang tua kalian untuk membayar biaya masuk universitas? Semampu apapun orang tua lu, lu tega ngeliat orang tua lu ngeluarin biaya sebesar itu, klo gw sih gak tega. Terus coba lu pikirin, temen-temenlu yang nilainya lebih baik dari lu, apa mereka bener-bener minat dengan jurusan yang mereka jalani tersebut, fakta membuktikan, gw mensurvey beberapa temen yang se jurusan gak lebih dari 50% yang bener-bener merasa jurusan ini sesuatu yang mereka minati, malah gw yang seneng banget sama pelajaran-pelajaran dijurusan ini kalah nilainya sama yang gak. Kenapa mereka yang gak minat itu bisa dapat nilai lebih baik? Jawabannya sederhana bos, mereka lebih rajin dari kita, mereka mencoba mencintai jurusan yang mereka jalani dengan caranya masing-masing, mereka mau belajar hal-hal yang baru. Di dunia perkuliahan itu lu dituntut untuk menjadi pribadi yang kritis, klo lo gak bisa mengkritisi diri lu sendiri, lu bakalan tetep stuck gak beranjak ke mana-mana.

Coba sebelum lu pada mutusin pindah dari jurusan yang lagi lu jalani sekarang ini, pikirkan baik-baik kata-kata gw di atas tadi, terus tanya lagi, apa sih tujuan lu kuliah? Buat nyari pelajaran yang gampang terus lu lulus dengan mudah, atau membuat pribadilu menjadi manusia yang lebih baik. Jawabannya ada pada diri kalian masing-masing, gw gak bisa menjudge atau menentukan langkah kalian, ini hanya sekedar pendapat dari seorang mahasiswa elektro tingkat akhir. Akhir Kata..

GOOD LUCK!!!