Ini adalah sebuah pemikiran sederhana dari dua orang yang kurang kerjaan. Di suatu malam, seperti biasa aku main ke kosan temanku Christopher. Awalnya cuma mau ngajakin makan tapi gak sengaja keterusan mengobrol.
Obrolan malam itu bermula dari keingin tahuan kami akan Ruellia Tuberosa, membawa kami menjelajah pemikiran nakal kami cukup dalam. Kami berpikir, tentang manusia yang tak pernah puas, manusia yang selalu mencari jawaban pasti akan semua pertanyaan pertanyaan dalam hidupnya. Bahkan pertanyaan kenapa alphabet hanya sampai z, atau vokal hanya a,i,u,e,o dan yang paling sederhana berapa angka terbesar? Tidak ada yang mampu menjawabnya, ketika seseorang menjawab angka terbesar adalah infinity, maka orang tersebut penganut dualism. Karena infinity adalah suatu konsep berpikir bukan sebuah bilangan pasti. Lalu bagaimana jika muncul pertanyaan Tuhan itu ada atau tidak?
Dualism, dualism adalah sebuah kemudahan yang ditawarkan dunia dalam menjalani kehidupan. Ketika pilihan hanya ada ya atau tidak, 1 atau 0, seolah membuat semuanya mudah, dan kita pun terlihat menjadi seseorang yang terlihat tegas, pintar dalam mengambil keputusan, tanpa kita sadari dunia tak melulu tentang ya atau tidak, bahkan tidak ada yang pasti di dunia ini.
Permainan catur, adalah sebuah permainan yang diklaim banyak orang ini hanyalah sekedar permainan matematika saja. Ya memang catur itu masalah probabilitas, untuk langkah pertama dua pemain saja sudah ada 400 kemungkinan yang terjadi. Namun kenapa masih ada remis, remis dalam catur menunjukan bukti pada kita selogis apapun pemikiran kita selalu ada peluang yang tidak akan pernah bisa dihitung. Bahkan komputer yang dalam programnya hanya benar dan salah saja, masih bisa kalah oleh manusia dalam permainan catur, itu artinya manusia memang terbatas.
Dualism memang menghambat pola pikir manusia, karena membuat manusia malas memikirkan setiap kemungkinan yang bisa dia pakai. Tapi tak bisa dipungkiri dualism memang memudahkan, hal itu sebenarnya dapat dilihat dalam perkembangan teknologi digital, sebenarnya teknologi-teknologi tersebut hanya menjalankan perintah ya dan tidak yang biasanya membuat manusia sulit untuk memutuskan. Dualism juga yang membuat dunia tetap berjalan seperti sekarang, tanpa dualism orang akan diam di tempat.
Lalu kami berpikir kenapa gak diganti robot saja presiden kita, jika kita menginginkan pemimpin yang gak kenal lelah, jujur, tegas, gak perlu digaji malah, shalat 5 waktu gak pernah telat, klo minggu ke gereja, klo nyepi diam di rumah. Bayangkan jika sebuah robot kita berikan inputan semua peraturan perundang-undangan, semua pelajaran tentang matematik dan ekonomi, dan lain sebagainya, aku yakin dia akan jadi presiden yang hebat, bahkan dia tidak memerlukan mentri untuk membantu kerjanya dalam mengambil keputusan karena outputnya hanya 1 atau 0, dan tidak memerlukan orang lain untuk menemukan iterasi dari setiap penyelesaian masalah. It's easy to Imagine right, bayangkan presiden kita robot, blusukan 24 jam non stop, setiap keputusannya tepat dan tegas sesuai keinginan kita selama ini.
Robot tidak mengenal siapa penciptanya, bisa saja suatu saat dia menilai kita manusia sebagai suatu kelemahan. Oleh karena itu orang-orang logis yang selalu ingin membuktikan bahwa Tuhan itu sebenarnya ada atau tidak, tidak akan pernah menemukannya. Karena mereka mencari dari dualism mereka, sementara Tuhan berada di dimensi yang berbeda.
Makanya kenapa ada InsyaAllah di agama Islam, ada api pencucian di agama Kristen, ada reinkarnasi di agama Budha, karena itu untuk menghindari adanya paham dualism dalam kehidupan umatnya. Karena ada faktor yang membuat dualism tidak dapat terjadi yaitu Tuhan itu sendiri.
Ternyata pemikiran kami juga pernah dipikirkan oleh para filsafat filsafat besar seperti Socrates, Plato, dan Aristotheles. Dulu aku selalu merasa para filsafat itu seperti membuang waktu saja dengan memikirkan pertanyaan seperti siapa aku? Ternyata memang banyak sekali hal-hal di dunia ini yang masih menjadi misteri. Karena itu terkadang aku merasa bersyukur sekali saat mengetahui otakku yang selalu bertanya tanya akan hal hal yang menurut orang lain tidak penting untuk dipikirkan, karena aku merasa dibalik bimbang atau yang anak anak zaman sekarang sebut galau itu Tuhan sedang mengajakku berbicara.
Karena hidup ini terlalu panjang untuk tidak kita abadikan, aku menulis untuk membuat semua kenangan hidup ini terukir jelas, semuanya kutulis berdasarkan hati yang tulus.
Tuesday, 12 April 2016
Monday, 11 April 2016
Surat Cinta II
Hari jumat kemarin tepatnya, tanggal 1 April 2016, untuk kedua kalinya aku mengutarakan perasaanku pada seseorang yang sudah membuatku jatuh cinta lagi.
Aku sudah merencanakan hal tersebut sejak hari senin. Entah mengapa saat berada di kantin, ketika teman-temannya menggodanya seperti itu, ada sedikit rasa cemburu dalam hatiku, dan saat bertemu dengannya di lantai 3, melihatnya tersenyum padaku seolah memberikan kesejukan di hariku yang membosankan saat itu.
Sepanjang hari itu, aku memikirkan baik-baik sejak kapan rasa itu muncul. Memang rasa itu sudah pernah ada saat dulu, tapi kali ini rasanya begitu kuat. Aku selalu ingin bisa mengobrol dengannya seolah ada rasa nyaman dalam diriku. Meskipun aku sudah berusaha sejak oktober, aku tak pernah yakin jika usahaku cukup. Aku tidak bisa berbuat lebih jika dia tidak memberikan izinya bagiku. Akhirnya kuputuskan untuk menyampaikan perasaanku padanya pada hari jumat.
Hari jumat identik dengan april mop, tapi buka itu alasanku. Karena aku tahu dia pernah memintaku mengajaknya ikut misa jumat pertama, jadi chanceku untuk bisa mengajaknya jalan sangat besar. Awalnya aku ingin mengajaknya hari kamis, namun setelah dipikir lagi kenapa gak sekarang langsung aja.
Ternyata benar, dia mau. Awalnya aku memiliki 20 plan, namun karena dia mau tinggal 10 macam skenario ku punya. Karena aku tidak begitu pandai berbicara, aku memutuskan untuk membuat surat. Berkali kali aku mencoba menulis surat yang pas, tapi sulit sekali menemukan kata-kata yang sesuai dengan rasa, mungkin memang karena aku bukan seorang penulis yang handal juga.
Akhirnya suratku selesai, dan hari yang kutunggu tiba. Meminta pertolongan Eva dan Arda untuk memilih baju, celana, sepatu, sampe tata rambut. Akhirnya semua sudah siap dan akupun berangkat.
Sepanjang perjalanan, pikiranku tidak bisa berhenti memikirkan rencanaku, apakah rencanaku dapat berjalan dengan baik, apa sebaiknya aku batalkan saja, banyak sekali pertanyaan hinggap dalam benakku. Namun hatiku terasa mantap sekali, meskipun aku orangnya sering bercanda, tapi klo masalah perasaan aku tak pernah main main.
Setibanya di rumahnya kulihat ada adik dan ayahnya di depan rumah. Seketika itu juga aku menyalami ayahnya hanya sekedar mengucapkan selamat paskah, namun dalam hati aku berkata doakan saya om, hahaha. Diapun akhirnya keluar dari rumah, seperti biasa dia memang selalu tampak manis, aku menyukai pipinya yang sekarang terlihat agak chubby.
Selama perjalan ke gereja, I couldn't stop myself wondering how was her days lately, we talked about it quite sometime. Akhirnya kami tiba di gereja, kami memutuskan duduk di depan baris 2 kolom 1. Hari itu cuaca sebenarnya tak begitu panas, tapi entah mengapa aku tak bisa berhenti berkeringat. Hingga tiba tiba satu planku kacau karena ada faktor lain, rencanaku mengajaknya nongkrong berdua terpaksa batal, namun tak apa, aku mempunyai plan lain, sebuah plan yang sebenarnya ingin kuhindari, yaitu memberikan surat tersebut di rumahnya.
Selepas misa, kita memutuskan nongkrong, selama nongkrong, tak banyak hal yang kita bicarakan, aku lebih menjadi pendengar mereka, dan entah mengapa pikiranku selalu menganggap mereka adik-adik yang harus selalu kuawasi. Aku masih berharap semoga tidak ada faktor lain yang mencegah rencanaku. Bahkan selama ke gereja doaku berisi tentang rencanaku hari ini, pengharapanku semoga dia memang jodohku, minta nyali supaya aku bisa melakukannya, dan berharap jika dia memang jodohku, kami bisa melanjutkannya seumur hidup, karena aku merasa buat apa berganti-ganti pasangan, jika mempunyai satu komitmen saja sudah sulit.
Dalam perjalanan pulang, aku bertanya padanya, aku meminta pendapat cewek tentang sebuah surat yang kutulis untuk orang yang aku sayangi. Setibanya di rumah, dia menawariku untuk masuk, tapi aku tidak sekuat itu, akhirnya aku memilih untuk di luar saja. Kuberikan surat itu padanya, lalu diapun membacanya. Everytime she laugh, when she read it, my heart melted, and I couldn't stop smilling either.
Diapun selesai membacanya, dengan tertawanya yang gak jelas, aku sendiri bingung, shit ini harus bagaimana. Akupun lalu menanyakan padanya, apakah dia tahu surat ini untuk siapa, diapun menjawab jika dia sepertinya tahu surat itu untuk siapa, akupun memberi tahunya jika surat ini untuk dia. Dia lalu bertanya lagi, terus gimana, aku hanya menjawab, " ya itu isi perasaanku yang aku rasain ke kamu belakangan ini, klo bisa aku pingin mengenal lebih dekat lagi." Suasanapun sempat hening sejenak, meskipun entah kenapa dia gak berhenti tertawa gak jelas gitu, dan seriusan baru kali ini aku nembak cewek ekspresinya kayak gitu, 4 cewek sebelumnya ekspresinya gak seheboh ini deh, sepertinya aku bisa melihat sisi lain dari dirinya malam itu, dan entah kenapa aku gak bisa ngelupain ekspresinya yang lucu itu.
Lalu dia bertanya lagi, "Kok bisa gini tho?"
"Lah gimana ya, aku juga gak pernah paham masalah begini, yang aku tahu ya tahu tahu ada rasa kayak gini." Aku menjawabnya.
"Kayaknya aku pernah cerita ke kamu kan, klo aku gak mau mikirin hal hal begini dulu, dan aku ngerasa klo nyaman kayak sekarang ini."
"Walau coba mengenalmu lebih dekat lagi, gak bisa juga?"
"Gak, mending lupakan aja, dan anggap kejadian malam ini gak pernah terjadi."
Listened to that kind answered, I think this is it, another unrequited love added to the story of my life. Aku tak mau memaksanya, karena perasaan memang bukan untuk dipaksakan, dan aku juga tak kan pernah bisa melupakan semuanya termasuk perasaanku ke dia, karena seperti itulah cinta menurutku kekal tak terkikis zaman, thats why I'm terrible at forgetting people coz no matter what they did, I'm still love them. Jika ibarat api rasa cinta itu tak pernah padam, hanya saja memang bisa meredup, tapi dia tidak pernah benar benar hilang.
Akupun memutuskan untuk pulang, kubiarkan agar surat itu untuknya, sebelum pulang dia bertanya padaku, "Kamu gak apa kan? Tapi kok lucu ya.."
"Lucu kenapa?"
"Harusnya yang nanyain gitu biasanya yang nembak."
"Owh iya? Aku gak pernah paham begituan, aku gak apa kok, aku pulang dulu ya." Kutarik napas panjang, mulai kupacu motorku melintasi sepinya tembalang malam itu. Aku memang berkata jika aku gak kenapa kenapa, tapi itu jawaban yang disaranin wiki how, katanya biar kelihatan keren jangan terlihat sedih. Entah mengapa meskipun sebelumnya aku selalu berkata aku cuma pingin tahu jawabannya aja daripada penasaran, tapi ternyata sedih juga. Namun nasa bilang wajar klo sedih, klo gak itu yang aneh, ngeliat usahamu selama ini wajar klo kamu sedih.
Mulai kuambil handphoneku, seperti biasa aku langsung mengabari sahabat terbaikku Risang, akhirnya untuk kedua kalinya selama di semarang, aku menangis malam itu. Aku merasa payah sekali malam itu, aku membuat Risang harus menemaniku dalam tangisan lagi. Seperti biasa dia selalu mencoba menghiburku, seperti dulu waktu kehilangan motor. Risang berkata padaku mungkin karena aku selalu baik sama semua cewek, jadi kadang cewek yang kamu deketin gak pernah tahu bedanya dimana. Ya mau gimana sang aku emang orangnya gitu, buat aku cinta itu seimbang gak boleh pilih pilih semua sama. "Iya juga va, aku juga belajar gitu dari kamu sih, gak salah kayak gitu, mungkin suatu saat bakal ada cewek yang ngerti sifatmu yang begitu va." Tapi buat anak anakku di masa depan, yang lagi baca blog ini, apa yang dikatakan risang itu benar adanya lho, tapi sayangnya pola pikir seperti itu gak bisa buat ayah. Jangan kalian mengikuti cara hidup seperti ayah, karena seperti lagunya Queen, "Too much love will kill you, if you can't make up your mind." Jadi jangan pernah coba coba jalani hidup seperti ini jika kalian tidak siap, karena terkadang rasanya mati adalah jalan keluar terbaik dari cara hidup seperti itu, karena itu jangan kalian lewati jalan berbahaya itu.
Tak terasa 3 jam aku ngobrol sama Risang melalui handphone. Sudah lama gak telponan selama itu, akhirnya pulsaku yang nganggur kepake juga, wkwkwk. Aku mengabari pula teman temanku yang lain, dan menceritakannya berulang ulang membuat rasa sedihku berkurang. Akupun tahu aku masih mempunyai orang orang yang mencintaiku dengan tulus seperti mereka. Sepertinya perjalanan cintaku di Semarang berakhir di bulan april ini, karena waktuku di semarang paling lama masih ada 4 bulan lagi, siapa juga yang bakalan tiba tiba suka dalam 4 bulan, belum kalaupun ada, setelah itu aku bakal pergi dari semarang, makanya menurutku klo memang bulan ini bulan yang paling pas kalau mau memulai suatu hubungan.
Sekarang fokusku tinggal menyelesaikan studiku. Sepertinya sekarang dia bisa dengan bangga bilang klo dia jomblo prinsip, karena selama ini aku selalu mengejeknya emang pernah ada yang nembak, ternyata aku sendiri korbannya, payah payah,, wkwkwk.
Aku sudah merencanakan hal tersebut sejak hari senin. Entah mengapa saat berada di kantin, ketika teman-temannya menggodanya seperti itu, ada sedikit rasa cemburu dalam hatiku, dan saat bertemu dengannya di lantai 3, melihatnya tersenyum padaku seolah memberikan kesejukan di hariku yang membosankan saat itu.
Sepanjang hari itu, aku memikirkan baik-baik sejak kapan rasa itu muncul. Memang rasa itu sudah pernah ada saat dulu, tapi kali ini rasanya begitu kuat. Aku selalu ingin bisa mengobrol dengannya seolah ada rasa nyaman dalam diriku. Meskipun aku sudah berusaha sejak oktober, aku tak pernah yakin jika usahaku cukup. Aku tidak bisa berbuat lebih jika dia tidak memberikan izinya bagiku. Akhirnya kuputuskan untuk menyampaikan perasaanku padanya pada hari jumat.
Hari jumat identik dengan april mop, tapi buka itu alasanku. Karena aku tahu dia pernah memintaku mengajaknya ikut misa jumat pertama, jadi chanceku untuk bisa mengajaknya jalan sangat besar. Awalnya aku ingin mengajaknya hari kamis, namun setelah dipikir lagi kenapa gak sekarang langsung aja.
Ternyata benar, dia mau. Awalnya aku memiliki 20 plan, namun karena dia mau tinggal 10 macam skenario ku punya. Karena aku tidak begitu pandai berbicara, aku memutuskan untuk membuat surat. Berkali kali aku mencoba menulis surat yang pas, tapi sulit sekali menemukan kata-kata yang sesuai dengan rasa, mungkin memang karena aku bukan seorang penulis yang handal juga.
Akhirnya suratku selesai, dan hari yang kutunggu tiba. Meminta pertolongan Eva dan Arda untuk memilih baju, celana, sepatu, sampe tata rambut. Akhirnya semua sudah siap dan akupun berangkat.
Sepanjang perjalanan, pikiranku tidak bisa berhenti memikirkan rencanaku, apakah rencanaku dapat berjalan dengan baik, apa sebaiknya aku batalkan saja, banyak sekali pertanyaan hinggap dalam benakku. Namun hatiku terasa mantap sekali, meskipun aku orangnya sering bercanda, tapi klo masalah perasaan aku tak pernah main main.
Setibanya di rumahnya kulihat ada adik dan ayahnya di depan rumah. Seketika itu juga aku menyalami ayahnya hanya sekedar mengucapkan selamat paskah, namun dalam hati aku berkata doakan saya om, hahaha. Diapun akhirnya keluar dari rumah, seperti biasa dia memang selalu tampak manis, aku menyukai pipinya yang sekarang terlihat agak chubby.
Selama perjalan ke gereja, I couldn't stop myself wondering how was her days lately, we talked about it quite sometime. Akhirnya kami tiba di gereja, kami memutuskan duduk di depan baris 2 kolom 1. Hari itu cuaca sebenarnya tak begitu panas, tapi entah mengapa aku tak bisa berhenti berkeringat. Hingga tiba tiba satu planku kacau karena ada faktor lain, rencanaku mengajaknya nongkrong berdua terpaksa batal, namun tak apa, aku mempunyai plan lain, sebuah plan yang sebenarnya ingin kuhindari, yaitu memberikan surat tersebut di rumahnya.
Selepas misa, kita memutuskan nongkrong, selama nongkrong, tak banyak hal yang kita bicarakan, aku lebih menjadi pendengar mereka, dan entah mengapa pikiranku selalu menganggap mereka adik-adik yang harus selalu kuawasi. Aku masih berharap semoga tidak ada faktor lain yang mencegah rencanaku. Bahkan selama ke gereja doaku berisi tentang rencanaku hari ini, pengharapanku semoga dia memang jodohku, minta nyali supaya aku bisa melakukannya, dan berharap jika dia memang jodohku, kami bisa melanjutkannya seumur hidup, karena aku merasa buat apa berganti-ganti pasangan, jika mempunyai satu komitmen saja sudah sulit.
Dalam perjalanan pulang, aku bertanya padanya, aku meminta pendapat cewek tentang sebuah surat yang kutulis untuk orang yang aku sayangi. Setibanya di rumah, dia menawariku untuk masuk, tapi aku tidak sekuat itu, akhirnya aku memilih untuk di luar saja. Kuberikan surat itu padanya, lalu diapun membacanya. Everytime she laugh, when she read it, my heart melted, and I couldn't stop smilling either.
Diapun selesai membacanya, dengan tertawanya yang gak jelas, aku sendiri bingung, shit ini harus bagaimana. Akupun lalu menanyakan padanya, apakah dia tahu surat ini untuk siapa, diapun menjawab jika dia sepertinya tahu surat itu untuk siapa, akupun memberi tahunya jika surat ini untuk dia. Dia lalu bertanya lagi, terus gimana, aku hanya menjawab, " ya itu isi perasaanku yang aku rasain ke kamu belakangan ini, klo bisa aku pingin mengenal lebih dekat lagi." Suasanapun sempat hening sejenak, meskipun entah kenapa dia gak berhenti tertawa gak jelas gitu, dan seriusan baru kali ini aku nembak cewek ekspresinya kayak gitu, 4 cewek sebelumnya ekspresinya gak seheboh ini deh, sepertinya aku bisa melihat sisi lain dari dirinya malam itu, dan entah kenapa aku gak bisa ngelupain ekspresinya yang lucu itu.
Lalu dia bertanya lagi, "Kok bisa gini tho?"
"Lah gimana ya, aku juga gak pernah paham masalah begini, yang aku tahu ya tahu tahu ada rasa kayak gini." Aku menjawabnya.
"Kayaknya aku pernah cerita ke kamu kan, klo aku gak mau mikirin hal hal begini dulu, dan aku ngerasa klo nyaman kayak sekarang ini."
"Walau coba mengenalmu lebih dekat lagi, gak bisa juga?"
"Gak, mending lupakan aja, dan anggap kejadian malam ini gak pernah terjadi."
Listened to that kind answered, I think this is it, another unrequited love added to the story of my life. Aku tak mau memaksanya, karena perasaan memang bukan untuk dipaksakan, dan aku juga tak kan pernah bisa melupakan semuanya termasuk perasaanku ke dia, karena seperti itulah cinta menurutku kekal tak terkikis zaman, thats why I'm terrible at forgetting people coz no matter what they did, I'm still love them. Jika ibarat api rasa cinta itu tak pernah padam, hanya saja memang bisa meredup, tapi dia tidak pernah benar benar hilang.
Akupun memutuskan untuk pulang, kubiarkan agar surat itu untuknya, sebelum pulang dia bertanya padaku, "Kamu gak apa kan? Tapi kok lucu ya.."
"Lucu kenapa?"
"Harusnya yang nanyain gitu biasanya yang nembak."
"Owh iya? Aku gak pernah paham begituan, aku gak apa kok, aku pulang dulu ya." Kutarik napas panjang, mulai kupacu motorku melintasi sepinya tembalang malam itu. Aku memang berkata jika aku gak kenapa kenapa, tapi itu jawaban yang disaranin wiki how, katanya biar kelihatan keren jangan terlihat sedih. Entah mengapa meskipun sebelumnya aku selalu berkata aku cuma pingin tahu jawabannya aja daripada penasaran, tapi ternyata sedih juga. Namun nasa bilang wajar klo sedih, klo gak itu yang aneh, ngeliat usahamu selama ini wajar klo kamu sedih.
Mulai kuambil handphoneku, seperti biasa aku langsung mengabari sahabat terbaikku Risang, akhirnya untuk kedua kalinya selama di semarang, aku menangis malam itu. Aku merasa payah sekali malam itu, aku membuat Risang harus menemaniku dalam tangisan lagi. Seperti biasa dia selalu mencoba menghiburku, seperti dulu waktu kehilangan motor. Risang berkata padaku mungkin karena aku selalu baik sama semua cewek, jadi kadang cewek yang kamu deketin gak pernah tahu bedanya dimana. Ya mau gimana sang aku emang orangnya gitu, buat aku cinta itu seimbang gak boleh pilih pilih semua sama. "Iya juga va, aku juga belajar gitu dari kamu sih, gak salah kayak gitu, mungkin suatu saat bakal ada cewek yang ngerti sifatmu yang begitu va." Tapi buat anak anakku di masa depan, yang lagi baca blog ini, apa yang dikatakan risang itu benar adanya lho, tapi sayangnya pola pikir seperti itu gak bisa buat ayah. Jangan kalian mengikuti cara hidup seperti ayah, karena seperti lagunya Queen, "Too much love will kill you, if you can't make up your mind." Jadi jangan pernah coba coba jalani hidup seperti ini jika kalian tidak siap, karena terkadang rasanya mati adalah jalan keluar terbaik dari cara hidup seperti itu, karena itu jangan kalian lewati jalan berbahaya itu.
Tak terasa 3 jam aku ngobrol sama Risang melalui handphone. Sudah lama gak telponan selama itu, akhirnya pulsaku yang nganggur kepake juga, wkwkwk. Aku mengabari pula teman temanku yang lain, dan menceritakannya berulang ulang membuat rasa sedihku berkurang. Akupun tahu aku masih mempunyai orang orang yang mencintaiku dengan tulus seperti mereka. Sepertinya perjalanan cintaku di Semarang berakhir di bulan april ini, karena waktuku di semarang paling lama masih ada 4 bulan lagi, siapa juga yang bakalan tiba tiba suka dalam 4 bulan, belum kalaupun ada, setelah itu aku bakal pergi dari semarang, makanya menurutku klo memang bulan ini bulan yang paling pas kalau mau memulai suatu hubungan.
Sekarang fokusku tinggal menyelesaikan studiku. Sepertinya sekarang dia bisa dengan bangga bilang klo dia jomblo prinsip, karena selama ini aku selalu mengejeknya emang pernah ada yang nembak, ternyata aku sendiri korbannya, payah payah,, wkwkwk.
Monday, 28 March 2016
Senja
Hai senja, hangatmu, menenangkan pikiranku, membuatku lupa sejenak akan resahku. Senja selalu hadir di waktu yang sama, di tempat yang sama pula. Sesuka apapun aku terhadap senja, tak sampai tangan ini memeluknya, hanya mata ini mampu mengagumi indahnya. Bagiku kau adalah senja, namun satu hal yang berbeda. Aku tak rela jika seseorang memiliki indahmu. Senja sekiranyakah aku pantas memeluk hangatmu, mengagumi indahmu, mendengarkan bisikanmu?
Friday, 19 February 2016
Home
So this is friday already huh..
That's mean is the day that's I've to once again leave this house..
There's always this kind of feeling not to leave everytime I'm return here..
Maybe that's also the reason why I don't come home often..
Even tough just to go to my grand parents home, I rarely go there..
Everyone think there's must be something that's keep me away..
They said maybe I got a girlfriend so I rarely come home..
Funny though, but that's not the real problem here..
That sad feeling when I leave..
Not because I'm afraid of going far from home..
It's just everytime I left..
I know that's both my dad and mom, will be lonely..
My mom who everyday spent hour by herself..
I couldn't bear that feeling..
So rather I bring that's to them..
I'd like not to repeat the exact feel they have, everytime I left this house..
So do with my grandparent..
That's why I'm always left with saying a false word..
I'll comeback in shortly notice..
But I didn't..
And this feeling now worseing even more..
With my study didn't goes as well as I expected..
It's feel like..
They loneliness all this time just for nothing..
I failed to get their loneliness disappear as soon as possible..
I just prolonged my studies even more..
What should I do?
What I really am?
Can I still smile like I used to?
Did I ever smile?
Did I call something like that was a smile??
Am I really change or I'm just changing the mask?
That's mean is the day that's I've to once again leave this house..
There's always this kind of feeling not to leave everytime I'm return here..
Maybe that's also the reason why I don't come home often..
Even tough just to go to my grand parents home, I rarely go there..
Everyone think there's must be something that's keep me away..
They said maybe I got a girlfriend so I rarely come home..
Funny though, but that's not the real problem here..
That sad feeling when I leave..
Not because I'm afraid of going far from home..
It's just everytime I left..
I know that's both my dad and mom, will be lonely..
My mom who everyday spent hour by herself..
I couldn't bear that feeling..
So rather I bring that's to them..
I'd like not to repeat the exact feel they have, everytime I left this house..
So do with my grandparent..
That's why I'm always left with saying a false word..
I'll comeback in shortly notice..
But I didn't..
And this feeling now worseing even more..
With my study didn't goes as well as I expected..
It's feel like..
They loneliness all this time just for nothing..
I failed to get their loneliness disappear as soon as possible..
I just prolonged my studies even more..
What should I do?
What I really am?
Can I still smile like I used to?
Did I ever smile?
Did I call something like that was a smile??
Am I really change or I'm just changing the mask?
Friday, 12 February 2016
Tips Buat Kalian Calon Mahasiswa Rantau..
Hai, balik lagi, kali ini gw bakal coba ngangkat, permasalahan seputar, kalian adek-adekku yang unyu, yang mungkin sebentar lagi akan menginjak bangku kuliahan. Ya, ini tak lepas dari pengalaman pribadiku juga yang udah hampir 5 tahun, menjalani dunia kemahasiswaan. Seperti yang kita ketahui, penerimaan mahasiswa baru sudah ada di depan mata, kalian mulai mencoba mempersiapkan segala sesuatunya demi meraih bangku eklusif tersebut.
Tapi, buat kalian yang berencana berkuliah jauh dari rumah, pasti akan terlintas sedikit rasa kekhawatiran bukan? Itu hal yang wajar kok, gw juga ngalamin masa begitu dulu, terlepas di rumah udah dibiasain mandiri, tiba-tiba harus jauh dari rumah dalam waktu yang lama, pasti akan membuat kita sedikit cemas. But don't worries, kali ini gw bakal ngupas tuntas berbagai macam hal yang akan kamu temui nanti, sehingga kamu bisa bersiap-siap sejak dini.
1. Rumah gw sama kampus jauh banget ya..
Hal ini adalah hal yang paling pertama bakal hinggap dipikiran kalian. Be easy guys, jarak jauh itu bukan halangan untuk kalian suatu saat pulang kok. Malah itu bisa kalian jadikan motivasi buat belajar lebih giat, supaya udah susah payah pulang ke rumah gak malu-maluin. Bahkan perjumpaan dengan orang-orang di daerahmu yang selama ini biasa aja akan menjadi spesial.
2. Homesick
Homesick atau kangen rumah/kampung halaman, ini juga hal wajar guys, buat kalian yang gak terbiasa pergi jauh dan lama dari keluarga pasti bakal ngalamin hal ini. Tapi setelah gw usut-usut, sebenarnya isu homesick ini biasanya terjadi karena kurangnya peran orang-orang yang bisa kita ajak berkomunikasi secara nyaman dan mutual. Biasanya mereka yang gampang homesick, cenderung membandingkan orang-orang di lingkungan kampusnya dengan orang-orang di lingkungan kampung halamannya. Entah kultur yang berbeda, kendala bahasa, atau watak yang gak sama dengan sobat-sobatmu SMA, tapi jangan buat hal tersebut menjadi kendala bagi kalian. Bersikaplah terbuka dengan siapa saja, perbanyaklah teman, dan yakinlah suatu saat kalian akan mendapatkan sahabat yang bakal membuat kalian sedikit lupa akan homesick. Mengikuti organisasi-organisasi kampus juga cukup bisa membantu, selain mendapatkan pengalaman, ilmu, kalian bisa menemukan keluarga baru, bahkan kalian suatu saat akan bisa memahami jika arti sebuah rumah itu lebih dari sekedar fisik semata.
3. Buta Lokasi
Wah, gw belum pernah ke kota ini..
Nanti, klo mau makan gimana??
Mahal gak ya biaya ini itunya..
dan sebagainya..
Pertanyaan tersebut pasti muncul dalam diri kalian bukan, tenanglah, gw yakin udah banyak senior-senior dari asal sekolah kalian, yang pernah kuliah di calon kampus yang mau kamu tuju bukan? Kalian bisa memanfaatkan mereka-mereka yang sudah lebih dahulu masuk ke kampus itu sebagai sumber refrensi. Saran pertama dari gw, cari tahu dulu masalah seputar kos-kosan di daerah sekitar calon kampusmu. Mulai dari biaya, fasilitas, jarak, serta kedekatan dengan tempat-tempat penting, seperti rumah makan, tempat peribadatan, toko-toko peralatan alat tulis, foto kopi, dan lain-lain.
Kenapa kita harus benar-benar memperhatikan itu semua? Pertama, karena tak semua kos-kosan mahal itu bagus, dan semua kosan murah itu jelek, semua tergantung dari fasilitas di dalamnya. Biasanya kecenderungan semakin dekat kampus harga akan melangit, jadi klo kalian mempunyai kendaraan pribadi seperti sepeda atau sepeda motor, kalian mungkin bisa sedikit mengambil jarak dengan kampus. Waktu ideal menurut gw jarak kosan hingga kampus adalah tak lebih dari 15 menit. Belum lagi kedekatannya dengan tempat penting bisa memudahkan kita jika kita memerlukan sesuatu, seperti makan, kebutuhan bulanan, dan berobat.
Biasanya akan ada jarak cukup lama, antara pengumuman kalian diterima dengan, waktu pendaftaran ulang. Kalian bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mensurvey kosan di daerah calon kampusmu. Kalian bisa memanfaatkan informasi dari kenalan kalian, yang berada di lokasi, atau paling tidak kotanya tinggal dekat dengan lokasi calon kampusmu, dan jika kalian tidak mempunyai kenalan, kalian bisa memanfaatkan teknologi kita saat ini. Sudah tak jarang banyak grup di sosial media yang bisa cukup membantu kalian memilih lokasi kos-kosan kalian nanti.
4. Kalian Sedang Mempersiapkan Diri Untuk Masa Depan
Kalian harus mulai belajar mananamkan pemikiran tersebut di benak kalian. Mungkin buat yang pertama kali ini akan terasa sulit, tapi percayalah setiap rasa sakit dan masa sulit yang kalian akan hadapi dapat membuat pribadi kalian menjadi lebih tangguh dan berkembang. Ingatlah meskipun kalian berkuliah, bukan menjamin kehidupan kalian selanjutnya akan lebih baik, semua tergantung dari apa saja yang sudah kamu lakukan selama kuliah tersebut. Tapi memang bisa dibilang masa perkuliahan adalah jembatan pemisah terakhir antara diri kalian yang masih anak-anak dengan kedewasaan yang menanti kalian di depan sana. Suatu saat kita memang akan meninggalkan orang tua kita, kita akan berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi, namun percayalah Tuhan mempertemukan kita karena ada maksudnya, dan kita pasti belajar sesuatu dari mereka, dan jika Tuhan menghendaki kita berjumpa lagi, kita pasti akan berjumpa lagi dengan mereka.
Kalian juga mulai belajar bagaimana mengelola keuangan pribadi, atau mungkin mencoba mencari penghasilan sampingan, karena tak selamanya keuangan kita dikelola oleh orang tua kita. Mulai lebih baik lagi dalam menghargai waktu. Jika selama ini kita terlalu sering menyianyiakannya, maka kita akan benar-benar mulai menghargainya. Kalian akan benar-benar merasakan diri kalian seutuhnya jika kalian bisa menikmati ini semua.
Mungkin hanya segitu saja yang bisa gw sampaiin buat kalian. Ini semua adalah berdasarkan pengalaman pribadi, yang sudah melalui berbagai macam hal. Mungkin situasi kalian nanti akan berbeda, ada yang lebih baik, dan ada yang lebih susah. Gw sendiri juga mengalami masa yang cukup sulit untuk beradaptasi, bagaimana dulu gw setiap ada libur lama langsung balik. Dan jangan sampai melupakan dasar-dasar nilai dan norma yang orang tua kalian tanamkan di rumah, karena saat kost nanti jam pulang adalah jam kosan ditutup, bukan lagi omelan orang tua yang mengingatkan jangan pulang malam-malam. Semoga apa yang gw tulis ini bisa sedikit membantu kalian, ingatlah internet adalah sumber informasi yang luas, manfaatkan itu, jangan takut untuk merantau, gw yakin kalian akan memahami makna perjuangan kalian nanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)