Saturday, 24 October 2015

366 Hari Menuju Wisuda

Di sabtu sore ini 24 oktober 2015 gw memutuskan 1 hal, ya gw mutusin buat mulai nulis diary lagi. Okey karena gw rasa, hal ini adalah salah satu jalan terbaik untuk mengeluarkan semua isi omongan dan bualan-bualan dalam kepala gw, biar gak jadi gila and stress. Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya, tentang judul gw, ya judul gw ini sekaligus buat ngingetin gw tentang target paling akhir/lama menuju wisuda. Sebagai peringatan buat gw juga, biar gak males.

Yup hari ini hari sabtu yang cerah, mengawali hari sabtu dengan mengucapkan selamat ulang tahun buat sobat gw Suzan yang klo pas biasa aja nyeremin, tapi pas senyum manisnya keterlaluan, dilanjut ngobrol sama tukang burjo, terus nonton youtube tentang kisah seorang billionaire yang menyumbangkan 99% dari keuntungannya untuk research dibidang free electricity dan pure water.  Manoj Bhargava beliau adalah seorang CEO dari minuman kesehatan yang mempunyai nilai keuntungan bersihnya mencapai 4 triliun USD. Setelah menonton videonya [video]sejenak aku berpikir, wow, orang ini mempunyai visi yang sama denganku, aku masih belum tahu apakah video itu benar, tapi jika itu memang benar, berarti aku tidak sendirian. Aku selalu berpikiran hal yang sama, aku selalu merasa kenapa manusia tidak bisa menolong satu dengan yang lainnya, kenapa semua teknologi yang harusnya memudahkan kita malah dijual untuk keuntungan personal semata. Tapi aku tahu dunia yang kita huni saat ini memang seperti itu, mereka yang memiliki uang mereka yang berkuasa, karena itu aku tertarik dengan quote dari video tersebut, "Dibutuhkan seseorang yang cukup kuat (crusader) untuk mengubah itu semua."; bahkan dengan entengnya beliau bercanda, "Wow, untuk apa uang sebanyak itu, untuk membuat diriku terlihat keren? Tidak, aku tidak ingin terlihat keren, sejujurnya tak akan bisa.".Ya beliau sadar, di masa depan nanti kita tidak butuh uang untuk hidup, yang kita butuhkan adalah energi dan air, lalu dari mana sumber kehidupan itu berasal? Dari alam tentunya, karena itu beliau berharap dari tim peneliti yang dimilikinya untuk mengembangkan peralatan yang mampu mendukung itu semua.

Akupun memiliki mimpi yang sama, aku ingin mendirikan, sebuah perusahaan listrik swasta, berbahan dasar Nuklir atau bio fuel, yang ramah lingkungan. Apakah aku mencari keuntungan? Tentu, karena seperti yang sudah kubilang tadi, kita hidup di zaman di mana uang mengendalikan semuanya. Tapi aku berharap dapat mengikuti jejak beliau, aku akan mendonasikan sebagian besar keuntungan yang kumiliki untuk mengembangkan sesuatu yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat luas. 

Video ini seakan meredakan segala pesimisku terhadap manusia saat ini. Aku bercermin pada bencana yang sedang melanda negaraku. Ya, kabut asap melanda sebagian besar daerah di sumatra dan kalimantan, Kabut asap bukanlah bencana yang baru bagi negaraku, setiap tahun saat musim kemarau bencana ini selalu terjadi, dan sebagian besar penyebabnya adalah pembukaan lahan gambut yang dilakukan oleh orang-orang yang mencari keuntungan semata, lalu siapa yang terkena dampaknya? masyarakat luas.

Rasa marah dan kecewaku bukan semata hanya kepada para oknum tersebut saja, tetapi juga kepada mereka yang terus menerus mengeluh kepada pemerintah. Hey, kalian sadar betapa sulitnya mengelola sebuah negara? Coba kalian pikirkan, apakah kalian berhenti berangkat bekerja saat kalian setiap hari merasakan asap masuk dalam paru-paru kalian? Apakah kalian pernah berpikir untuk berhenti sejenak dari aktivitas kalian, dan bahu membahu dalam memadamkan api di tanah kalian sendiri? Di tanah tempat kalian lahir, di tanah tempat kalian hidup? Pernahkah kalian tahu sedikitnya jumlah petugas yang merelakan waktunya dan nyawanya untuk mengusahakan udara yang segar bagi kalian. Sementara yang kalian lakukan adalah bekerja demi mencari uang yang katanya bisa memberi kalian hidup itu? Ingatlah, jika alam ini rusak, uang tidak dapat masuk ke dalam paru-paru kalian untuk mengganti udara segar yang kalian rindukan itu. Maaf saja jika aku hanya bisa berdoa bagi pemerintah, para relawan dan kalian yang berada di sana, karena aku tahu kebatasanku, serta bagaimana aku mau membantu jika kalian yang tinggal di sana saja tidak mau ikut berusaha, dan hanya mengeluh saja. Apakah kalian pikir dengan mengeluh saja akan menyelesaikan permasalahan?
Maafkan jika kata-kataku terlalu frontal, tapi memang seperti itu kenyataannya.

Bahkan dengan bermain basket tadi pagi pun sepertinya tidak dapat meredakan rasa gelisahku. Belum lagi ditambah rasa putus asaku, karena dalam waktu hampir 1 tahun aku sudah gagal 6 kali dalam usaha pendekatan dengan wanita. Memang aku mempunyai sebuah janji dengan teman-temanku, tapi bukan itu alasannya aku mencoba, aku hanya menanyakan seberapa besar nilaiku, dan aku rasa nilaiku tak begitu besar, mungkin aku akan menyerah saja, dan menyerahkan permasalahan satu ini kepada Tuhan saja, lagipula dari awal aku memang berjanji untuk sesuatu yang mustahil, aku hanya ingin agar akhir tahun ini dan awal tahun depan, aku masih bisa berkumpul dengan kawan-kawanku yang sudah banyak yang lulus ini. Bahkan di saat beberapa dari mereka sudah ada yang lulus, sibuk dengan skripsi, dan mencari pekerjaan, aku di sini mahasiswa semester sembilan yang masih berkutat dengan mata kuliah dasar.

Aku yang sekarang bukanlah apa-apa, hanya mahasiswa pas-pasan, dengan kemampuan pas-pasan, bahkan mimpiku terdengar seperti bualan saja jika melihat keadaanku saat ini. Mahasiswa yang senengnya cuma jalan-jalan, galau, sama nulis-nulis gak jelas di blog. Tapi untunglah, barusan ini aku menemukan dua buah lagu, yang satu judulnya Bunda yang nyanyi Potret/Melly Goes Slow, sama Cintaku untuk mama, cuma aku lupa yang nyanyi siapa kalau yang ini. Aku jadi teringat ibuku di Purwakarta sana yang selalu setia berdoa dan mensupportku, aku tak mau mengecewakannya lagi, tak mau melihatnya menangis lagi karena itu, meskipun sering dihina dosen, jadi bahan tertawaan teman 1 kampus sekalipun, hanya untuk beliau aku tak akan gagal lagi, bahkan jika harus berjuang sampai mataku gak sanggup melihat, kakiku gak sanggup melangkah, mulutku tak sanggup berbicara, aku akan mencapai impianku. Terima kasih ibu sudah jadi wanita yang paling setia menemaniku. Masih ada 365 hari lagi, dan aku belum menyerah, dengan semuanya, aku masih mau melihat ibu tersenyum, berbincang dengan sahabat-sahabatku sampai hari tua, dan melihat anak cucuku mendaki puncak semeru, aku belum menyerah.

Monday, 19 October 2015

Keuntungan Jika Kamu Berorganisasi


Hello gaes it's been so long since I wrote my last post, so today I'm gonna post something, about What is the benefit you get from getting into an Organization?? so let's check it out.
I merely sharing what I really feel from getting into an organization, so just feel free to accept or just ignore it, cause it can be different from everyone perspective. So let's we begin, If you followed my blog for quite a while, some of you maybe had been noticed in what Organization I'm active the most. 
So from there I can make a resume, of what I really get from that's organization, but I'll not tell you so, let's we started from the first.

1.Getting More Friend

source: google

Absolutely, if you jumped into the organization, first of all you will meet a lot of new friend. They will come from the different background, and you have to cooperate with all of them to achieve/accomplished the vision and mission of your organization. More friend more connection. 

2. Know how to Interact with other

source: google

Cooperation not just merely working something on together, but we really have to know how to Interact with other better. Because not everyone have share the same vision and mission, also everybody have their own point of view, so by getting on an organization, you will learn, how to interact with so many different personality person, and every single of them need a different way of approaching.

3. Get More Knowledge

source: google

When you interact with other, there will be a communication between you and anybody else, and that's was a action-reaction of some argument or condition or information. So just being getting into a meeting you will gain new knowledge just by learn and share, because everybody have their own experience, some of them maybe advance on something and also they lack of something, then just being having conversation with that's different kind of person, you can gain a lot of new knowledge. Such as me who never really like politics but still when I'm in conversation with my friend who really like about it, I can gain something from him, and there are still many more kind of knowledge I gain from here.

4. Get a new family
source: google

From my experienced, I know it's not like everyone in the organization will have stronger bound of friendship, because some of them have their own objective to be in an organization, but for me, because we had been through the same experience, the same sadness, the same happiness, share the same tears, and blood. We have begun to feel each others like a family. Have a group of person that you can trust the most beside your own blood related family, a new family that caring for each other, look after another. It's because of that organization until now we still together, share a new dream, and face the future together.

source: doc pribadi

5. Know How To Manage
source: google

When we talk about manage, it's not about time management only. Of course we know the biggest problem of every college student is how to manage their time between organization and study. Yup, time management has the biggest role here, but did you know just being join up in an organization, it's not just merely about time that's we have to manage. We still need to do a man management, money management, and emotional management. In the organization time has a vital point for almost everything, but just than we didn't realize about all management we need to do, so sometime we realized it later when we already become a successor of an organization. Man management also something that's we have to watch carefully, because as a part of organization we need to regeneration our staff, because of the life span of an organization in college is too short. We need to think how we can achieve our goal with different kind of manpower every years, so we need a good learn how to man managing. Money also has their point in here, because without money we can never do our thing, so we really need to learn well how to managing our organization money. Emotional managing are something that we learn by practical, because every organization have their own problem, so we need to learn how to control the atmosphere around of the organization when the tempered boiled up or the gas run low.


6. Get A Relationship and Sometime It Ended Up with Marriage


It was a bonus actually, because I never really experiencing one, but in reality I know a lot of friend of mine getting one, and some of them were last till marriage. It's not strange, because of time of boys and girls spend together in every organization event, they will start to know each other. It's normal to know that we get attracted to someone, but sometime we need to be professional of relationship that we had, don't mixed up your relationship problems with organization cause. 

That's was some of my experiencing being the part of an organization. Sorry for my bad english tough because I;m still on learning, and need more experience. If there is any kind of opinion or criticism feel free to comment here, I'm opened up for any incoming advice. Thanks for reading. 


Monday, 7 September 2015

Hal yang Paling Sering Dialamin Mahasiswa Semester Tua...


Jadi kali ini penulis akan berbagi sedikit pengalaman, gimana rasanya jadi mahasiswa tingkat akhir, bagaimana lika-likunya perasaan mereka yang kalau diliat mahasiswa baru nyeremin. Penulis pun tengah mengalami masa seperti itu, tapi penulis selalu menerapkan pemikiran, jadilah mahasiwa lulus lama yang bermartabat, artinya kita buang-buang waktu di kampus tidak dengan percuma. Kebanyakan mahasiswa lulus lama memang banyak alasannya, diantaranya tidak menyenangi bidang studinya, sibuk kerja, sibuk organisasi, sampe yang emang dasarnya males juga ada, nah kebetulan klo penulis ini tipe orang yang dulu sibuk di organisasi, tapi bukan berarti mereka yang berorganisasi itu tertanam image lulus telat, selama kalian pintar memanage waktu kalian, kalian bisa menyeimbangkan dengan baik waktu kuliah, organisasi, bahkan kerja. Nah sayangnya penulis dulu tidak cukup pandai dalam mengalokasikan waktu tersebut. Tulisan ini ane buat, supaya mahasiswa baru mempunyai sedikit pandangan, dan mahasiswa lama, tidak tenggelam dalam "kenyamanannya" di kampus. Nah berikut ini hal-hal yang selalu dirasain sama mahasiswa-mahasiswa semester tua..

1. Rasa Malu Sekelas dengan Mahasiswa Baru


Nah, hal satu ini paling sering dirasain mahasiswa semester tua, ketika mereka harus mengulang mata kuliah semester awal, terutama mata kuliah umum. Ternyata meskipun mereka selalu terlihat nyeremin, pada dasarnya mereka malu untuk satu kelas lagi dengan mahasiswa baru. Dan tak jarang rasa malu ini juga menjadi penyebab mahasiswa lama tersebut untuk enggan masuk kuliah. Padahal di luar mereka terlihat sangar, saat melakukan ospek atau kaderisasi mereka bersuara paling keras. Penulis pun pernah merasakan pengalaman seperti ini, mondar-mandir di kampus karena galau mau masuk ke kelas apa gak, tapi seperti pepatah bilang musuh terbesar adalah diri sendiri, mengalahkan rasa malu merupakan bagian dari mengalah musuh tersebut. Akhirnya ane memberanikan diri dan melupakan semua rasa malu itu jauh-jauh. Terus kalau sadar kalian udah mahasiswa tua, sebaiknya kurangilah kelakuan keras kalian terhadap mahasiswa baru, udah bukan jatahnya lagi ngader mereka, berikan kesempatan pada adik yang dulu kalian kader untuk mengader mereka. Udah bukan lagi masanya kalian memusingkan mahasiswa baru, mending pikirin aja masa depan, serta mengingat orang tua yang udah kerja keras buat kita kuliah juga bisa membuat kita berani menyingkirkan rasa malu. Coz "Everyone deserved the second chance."

2. Sedih Melihat Sahabat Wisuda


Disaat kamu sibuk mengulang mata kuliah, tanpa kamu sadari satu per satu teman seperjuanganmu mulai meninggalkan kampus dengan gelar baru mereka. Di satu sisi kamu senang dan bangga terhadap sahabatmu yang mampu menyelasaikan studinya dengan baik, disisi lain kamu merasa sedih karena sudah ditinggalkan sahabat-sahabatmu, dan kamu harus melanjutkan perjuanganmu di kampus seorang diri. Penulis sudah banyak ditinggalkan teman-teman penulis yang sudah lulus lebih dahulu, saran penulis jangan kamu larut ke dalam perasaan sedih tersebut, namun jadikan itu sebagai motivasi untuk dapat mengejar mereka, ingat akhir perkuliahan bukanlah garis akhir segalanya, karena dari akhir perkuliahan garis start untuk masuk dalam dunia kehidupan sesungguhnya di mulai. Serta doakanlah teman-teman kalian tersebut agar mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang baik, karena siapa tahu mereka bisa menjadi sumber informasimu disaat lulus nanti. Kalo masalah teman bermain, mulailah membuka diri dengan junior kalian jika memang teman kalian sudah tidak berada dikota yang sama dengan kampus kalian. Karena gak mungkin kalian betah sendirian terus di kampus, berbuat baik sama junior juga membuka keran doa supaya kuliah kalian dilancarkan. Intinya kalian kudu semangat!!

3. Kesal, Selalu Menjadi Bahan Ejekan Dosen


"Kalian harus rajin belajar kalo gak nanti jadi kayak mas-mas yang duduk dibelakang itu.", "Owh masih ada angkatan XXX SM di kelas ini.", dan sebagainya. Kalimat-kalimat tersebut kadang terdengar tidak asing di telinga para mahasiswa lama tersebut. Kalimat tersebut memang menyakitkan, tapi itulah kenyataannya, kalian sebagai mahasiswa lama harus sadar betul akan ucapan tersebut. Kalau selama ini kalian kuliah selalu duduk di belakang cobalah duduk di depan, dan benar-benar mendengarkan apa yang dijelaskan dosen tersebut. Jangan pernah mengecap buruk seorang dosen, karena itu akan mempengaruhi mood belajar kalian, jika kalian mengecap buruk dosen kalian maka mood kalian untuk mempelajari mata kuliahnya akan cenderung ikut jelek juga. Sebagai mahasiswa yang pernah mengambil mata kuliah tersebut, kalian paling gak udah ada gambaran seperti apa mata kuliahnya dan bagaimana dosennya, itu bisa menjadi modal penting bagi kalian untuk curi start, artinya kalian dapat mempelajari lebih dahulu materi-materi yang dulu kalian belum pahami, kalau penjelasan dari dosen belum cukup membantu, coba tanyakanlah refrensi yang bisa kalian gunakan. Jika kalian melakukan hal tersebut niscayalah dosen kalian akan sedikit melunak dan tidak akan mengejek kalian lagi, selain itu ada peluang juga untuk kalian bisa lulus dengan nilai yang memuaskan, ingat jangan sia-siakan waktumu dengan percuma, kalian sudah ada di batas akhir, yang perlu kalian lakukan adalah menerima kesalahan kalian dulu dan belajar dari situ.


4. Rasa Jenuh Untuk Belajar


Kalo yang satu ini, gak dapat dipungkiri lagi merupakan rasa yang paling sering dirasakan mahasiswa Tingkat Akhir. Perasaan mulai pusing, mual, pasrah merupakan hal wajar dialami mahasiswa tingkat akhir. Namanya juga otak dipake kuliah 4 tahun siapa yang gak pusing, tapi jangan pernah jadikan alasan rasa jenuh kalian sebagai alasan untuk kalian berhenti. Ingatlah waktu yang sudah kalian habiskan selama 4 tahun kemarin apa kalian akan membuangnya begitu saja? Serta bagaimana dengan orang tua kalian yang udah kerja keras buat kuliahin kalian? Ingat mahasiswa adalah kaum elit gak semua orang bisa menikmati bangku kuliah, kalau kalian menyerah sekarang kasihanlah mereka yang ingin kuliah namun tak mampu. Kalau kalian merasa selama ini kuliah kalian gak beres, cari tahulah penyebabnya, intropeksi diri, kalau kalian mau maju, kalau gak dari selama kalian kuliah kapan lagi? Ada quote dari seorang intelektual negeri kita, bapak Dahlan Iskan "Habiskan Jatah Gagalmu Ketika Kamu Masih Muda." jadi kalau kalian dulu pernah salah bukan berarti itu akhir dari masa depan kalian, jadikanlah ini sebagai titik balik kalian mengejar kesuksesan dan mimpi kalian. 


Penulispun saat ini tengah menjalani studi semester sembilan di Teknik Elektro Undip. Namun penulis masih memiliki keinginan tinggi untuk belajar, beberapa hal yang penulis tulis di atas merupakan bagian dari pengalaman yang pernah penulis dapatkan sendiri. Intinya kalian hanya perlu mengalahkan diri kalian sendiri, mengalahkan rasa malas, jenuh, dan malu. Penulis masih memiliki target untuk mengambil S2 bidang Management dan Bisnis, serta berharap terdapat gelar tersebut diundangan nikah ST, MM. Penulis hanya ingin sekedar berbagi cerita bagi kalian sesama mahasiswa tua ayo kita sama-sama semangat belajar lagi, dan untuk mahasiswa baru, tolong jangan dicontoh kecuali kalian siap. Karena menurut penulis, kuliah itu bukan masalah cepet-cepetan lulus, tapi bagaimana kamu bisa mempelajari banyak hal baru yang bisa berguna bagimu kelak dengan maksimal. Jadilah mahasiswa tua yang bermartabat tinggi, sehingga kalian tidak menghabiskan waktu kalian di kampus dengan percuma. Mungkin quote-quote berikut ini bisa jadi motivasi bagi kalian semua..









Sunday, 5 July 2015

Naruto Uzumaki

Halo, selamat menyampah lagi..
Minggu ini sumpah tidak bisa diutarakan dengan kata-kata, bangga dan depresi jadi satu. 
Tapi kak, kenapa judulnya naruto? Emang mau bikin cerita tentang naruto?
Pasti banyak yang berpikiran seperti itu kan.. hayo ngaku.. Dari pada gw ceritain alasannya, mendingan dengerin cerita gw dulu ya..

Jadi begini, seperti kataku diawal tadi, minggu ini serba wow, gw gak tau harus nyeritain dari bagian yang mana, mending dari yang baik dulu aja kali ya. Seperti yang sudah saya ceritakan pada sampah-sampah saya sebelumnya, bagaimana keadaan kuliah saya saat ini, ya tragis memang. Sempat  saya berpikir saya pasti bisa membalikan keadaan di semester ini, belajar jadi  lebih rajin, ngerjain tugas juga rajin, sampai-sampai tanpa saya sadari, ternyata kebanyakan pelajaran yang saya tidak pahami, sekarang sudah hatam di luar kepala. Lalu saya berpikir, memang kebanyakan gak fokus semester-semester kemarin. Dengan penuh percaya diri dan langkah pasti, setiap hari saya pergi ke kampus, meski harus sekelas dengan junior, tak begitu masalah buat saya, "emang gak malu kak?" malu?? please gw kuliah bukan buat mereka, tapi buat diri gw sendiri dan buat banggain orang tua gw, jadi udah di buang jauh-jauh dah tuh rasa gengsi dan malu. Semua berjalan sesuai ritme dengan baik, meskipun kadang agak jenuh juga, karena gila aja yang gw ambil 8 mata kuliah, sekali-kali emang sering memanfaatkan absen 3x itu. 

Rasanya gw yakin banget semester ini gw bisa dapet nilai A semua.  Sampai suatu ketika dipagi hari nan cerah, saat gw datang ke kampus untuk mengikuti UAS Fisika Dasar 2, aku melangkahkan kakiku ke arah meja TU, di sana tergeletak kartu Ujianku, dan Jackpot!!! Ternyata gw gak bisa ikut ujian Metnum dan Proteksi Petir, seketika itu juga semua plan, impian, semangat, dan harapan gw hancur berkeping-keping. Selama pagi itu aku mencoba setenang mungkin, aku gak mau semua usahaku untuk memahami fisika dasar jadi buyar karena masalah ini. Pelan-pelan kudatangi lab power, di sana kutanyakan teman-temanku tentang masalah ini, dan ternyata banyak juga yang senasib, mereka menyarankanku untuk meloby sang dosen. Lalu datanglah gw nemuin tuh dua dosen, dan ternyata hasilnya sama saja, sia-sia. 

Rasa duka dicampur galau tiada tara, menghinggapiku lagi, kali ini bukan karena wanita, tapi karena kuliah. Kecewa, kesel, putus asa hinggap semua sampai rasanya bingung mau gimana lagi. Impian untuk lulus agustus taun depan seakan memudar. Waktu terasa lambat, tidurpun tak nyenyak, belajar untuk mata kuliah lain pun terganggu. Ingin rasanya menghibur diri tapi tak bisa, mau nangis tapi buat apa, percuma. Tapi mengingat bagaimana gw selalu memberikan contekan tentang tugas metoda numerik, atau bagaimana gw susah payah ngajak yang lain buat ngurus kunjungan dan gw harus ngerjain laporannya sendiri, sementara temen sekelompokku boleh mengikuti ujian. Penyesalan mendalam hinggap sampai akhirnya tibalah di suatu minggu pagi. Ingin ke gereja tapi entah mengapa rasanya seperti ada beban yang menahanku.

Alkisah berhasilah aku ke gereja, dengan rasa sedih dan kecewa, rasanya ke gereja pun jadi tak nyaman. Hingga akhirnya romo pun berkotbah, kurang lebih seperti ini ceritanya;
"Seperti yang kita ketahui bersama bagaimana seorang Yesus ditolak di kota asal-Nya sendiri, padahal Dia menawarkan cinta pada mereka, tetapi mereka menolak-Nya. Namun Yesus tidak putus asa, Dia tetap mengajar dari desa ke desa, kata-Nya Tidak ada nabi yang diterima di kota-Nya sendiri. Hal tersebut tidak hanya dialami oleh seorang Yesus, tetapi para Nabi yang lain pun mengalami hal yang sama. Lalu saya ada cerita juga bagaimana mendeskripsikan rasa sakit yang dirasakan oleh Yesus. Jadi ada seorang cowok, cowok ini biasa saja, tetapi dia sangat mencintai seorang wanita, lalu hingga suatu saat sang cowok mengutarakan cintanya pada sang wanita, namun apa hendak di kata sang wanita menolak cowok tersebut, rasa sakit, sedih dan kecewa dirasakan oleh pemuda itu, tetapi entah mengapa sang pemuda itu tetap mencintai wanita tersebut. 10 tahun pun berlalu, saat berbelanja tiba-tiba mereka berjumpa, lalu sang wanitapun menyapanya, wajah senang lalu ditampakan oleh si cowok itu, akhirnya si cewekpun bercerita bagaimana dia sudah menikah dengan seorang pria, yang mapan, cerdas dengan gaji puluhan juta. Sang cowok pun hanya mendengarkan dengan sedih namun dia tetap tersenyum, karena dia tahu wanita idamannya bisa bahagia. Lalu tiba-tiba datanglah suami dari wanita tersebut, dan secara tiba-tiba langsung menyalami sang cowok tersebut, belum hilang rasa heran si cewek, sang suami berkata, "Mih ini bos tempatku bekerja, kalian saling kenal? kasian beliau hidup sendiri karena pernah ditolak seorang wanita yang dicintainya." 

Kalo kata romo jangan diterusin lagi, nanti jadi sinetron, hahaha. Mendengar cerita tersebut tiba-tiba aku bisa tertawa puas, sampe lupa klo lagi di gereja :D :D. Kalo kata romo lagi, jangan pernah menolak cinta, menolak cinta berarti menolak kasih, menolak kasih berarti menolak Allah, yang cowok abis denger kotbah ini pasti semangat, hahaha. Ya, lalu aku teringat lagi tentang galauku di masa lalu, aku berpikir sepertinya aku berbuat jahat terhadap cewek yang aku cintai, udah buat dia melakukan hal tersebut, terkadang kecewaan memang datang, tetapi membiarkan diri kita larut dalam penyesalan juga tidak akan menghasilkan apapun, yang perlu kulakukan adalah memaafkan diri sendiri, dan mulai melangkah lagi, serta jangan mengulangi ke salahan yang sama. Lalu sebuah kutipan di bacaan 2 juga menyadarkanku,"Cukuplah kasih karunia-Ku kepadamu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." ya sepertinya aku terlalu berfokus pada kegagalan ini saja, sehingga aku lupa karunia apa saja yang Tuhan telah berikan padaku selama 1 semester ini, mengulangpun aku sudah paham. Dan benarlah pula apa kata orang kalau gereja adalah tempat bagi mereka yang sakit dan lemah, karena sepulang gereja aku merasa dikuatkan. o:)

Akhirnya setelah pulang dari gereja gw pergi ke Stasiun untuk membeli tiket pulang, dan ternyata lagi ada promo, akhirnya setelah sekian lama gw bakalan bisa kumpul lagi sama temen-temen SMA gw. Setelah dari sana aku pulang, belajar sejenak untuk ujian kalkulus besok selasa, karena mulai jenuh kuputuskan istirahat sejenak menonton film Naruto: The Last Movie. Well, sudah sejak lama gw ngikutin nih kartun, dari zaman gw kelas 5 SD sampe gw kuliah gini. Naruto udah jadi kayak temen bisu gw tumbuh dari zaman bocah sampe sekarang, bagian dari diri gw kayak ada di naruto, cuma anehnya dari naruto bocah sampe udah nikah, gw belum juga lulus kuliah, hahaha. Emang naruto komik yang bikin gw nagih banget, mau kata orang ceritanya mulai bosenin, atau aneh-aneh gak jelas, endingnya keliatan, dan lain-lain, tetep aja gw gak bisa lepas dari nih komik. Sampe naruto tamat aja, gw bisa ikut terharu sendiri, emang yang namanya cerita harus ada endingnya, gitu juga gw, karena ibarat naruto itu sisi masa kecilku yang kadang masih kebawa sampe sekarang, udah harus sampe endingnya. Sekarang tanggal 5 Juli 2 bulan lagi gw umur 23, udah bukan umur yang pantes buat kekanak-kanakan, harus udah bisa dewasa.

Maka gw tontonlah film ini, film terakhir naruto katanya. Berlatar tentang kehidupan percintaan Hinata dan Naruto, kisah ini mengangkat gak pekanya Naruto terhadap perasaan Hinata. Bagaimana naruto bisa galau dan putus asa 3 hari 3 malam, padahal dia seorang pahlawan perang, cuma karena ditinggal Hinata. Hingga suatu saat shikamaru nyeletuk, "Lebih baik kau menyerah saja sebagai hokage, kalau hanya masalah wanita saja kau sudah menyerah." kata-kata itu menyulut naruto dan gw sepertinya. Gw jadi keinget bagaimana dari dulu gw pingin bisa membangun negeri ini jadi lebih baik, emang jadi presiden bukan seutuhnya impian gw, tapi setidaknya gw bertekad untuk bisa memberikan perubahan yang lebih baik buat negara ini. Tapi klo cuma masalah wanita sama kuliah aja udah bikin gw galau dan depresi gak jelas, jangankan ngerubah negeri ini, ngerubah diri sendiri aja, mustahil rasanya.

Naruto memang memberikan banyak semangat positif dalam diriku, melihat seorang naruto yang berjuang sekeras itu hanya bermodalkan kerja keras dan keyakinannya yang kuat akan "cinta" bisa membuatnya mewujudkan semua impiannya. Klo dipikir-pikir wajar kalo Naruto tamat duluan, usahanya jauh lebih keras dari gw, hahaha. Sekarang udah tau kan kenapa judulnya naruto, gw masih nyimpen komik-komik naruto koleksi gw, dan gw gak pernah berhenti beli, rencananya gw sama adek gw mau bikin perpustakaan di rumah, biar kelak kalo kita udah tua dan punya anak mereka gak bosen main ke rumah bapak sama ibu, the movie nya pun masih ada lengkap, setidaknya bisa jadi bahan buat dongengin anak kelak, hahaha. Tak kebayang bagaimana semangat dan rasa bahagia, bisa terkumpul lagi dalam 1 hari, owh ya by the way juga, hari ini aku bisa ngajak chating adiknya Pundhi lho, wkwkwk. Pokoknya gw udah harus yakin dan mantap dengan semua langkah yang gw ambil, permasalahan apapun yang ada jangan bikin gw nyerah gitu aja, tetap semangat dan optimis biarpun peluangnya cuma 0,0000000000001%. Petualangan Naruto Uzumaki mungkin sudah selesai, tetapi petualanganku belum, masih banyak tantangan di depan. Sisa-sisa waktu kuliahku harus dimanfaatkan dengan baik. Akhir Kata

DATEBAYYOOO!!!!!!!!!



tambahaan: http://www.kaskus.co.id/thread/5597ccf1162ec2d9038b456b/?ref=forumlanding&med=hot_thread

Wednesday, 3 June 2015

Cross Road

Hei, pagi ini entah napa, tiba-tiba ada ilham buat nulis lagi. Kali ini gw ngangkat tema, tentang persimpangan. Seperti yang kita ketahui ada banyak macam persimpangan, ada simpang dua, simpang tiga, sampe simpang lima, tapi bukan persimpangan yang kayak gitu yang mau gw bahas. Apakah kalian termasuk orang yang percaya dengan pepatahnya master Oogway (kalo gak tau, kuper bener lu, haha), kata-katanya klo gak salah "tidak ada yang namanya kebetulan." yup gw termasuk orang yang percaya dengan pendapat tersebut, klo kalian percaya gak? klo percaya berarti kita jodoh dong -ciee-.
Oke back ke topic lagi, ya gw selalu merasa semua ini seperti sudah ada yang mengatur, bukan berarti kita ini boneka terus ada yang menjalankan, bukan, bukan seperti itu, tapi lebih kayak kita ini ibarat orang yang lagi bermain dalam suatu drama, yang melibatkan semesta di dalamnya. Kita bebas mau menjadi apapun tetapi tetap ada sutradara besar yang bermain dibelakang kita. Seperti itulah kira-kira, jadi baik atau gaknya peran kita juga dinilai dari effort kita selama menjalani proses peran tersebut.
Dulu banget zaman maba (mahasiswa botak) gw pernah galau gitu, ternyata gw kayaknya cukup sulit beradaptasi dengan lingkungan di semarang, belum lagi gw harus pisah jauh dari temen-temen gw pas SMA dulu, mana liburnya gw selalu beda sendiri lagi. Dan cobaan gw gak berhenti disitu, belum masalah CBST -pokoknya temennya CLBK, tapi versi ngenes gitu deh, hahaha-, masalah nilai, masalah kader yang gak kelar-kelar dan lain-lain. Sempet gw berpikir, apa gw udah salah milih tempat ya, coba dulu gw ngambil Telkom, atau gak gw gak muluk-muluk ambil pilihan 1 ITB, atau, dan atau lainnya pun bermunculan.
Tapi itu dulu, zaman gw masih belum bisa mikir, akhirnya setelah mencoba untuk mencintai prosesnya dan berusaha yang terbaik yang gw bisa, ternyata gw sekarang bersyukur banget, mungkin orang lain gak bisa lihat, tapi gw sendiri ngerasain klo gw udah berkembang dari diri gw yang lama. Dan sekarang gw berpikir semuanya ini skenario dari Tuhan, mungkin Tuhan tahu sifat gw kayak gimana, dan untuk memperbaiki sifat-sifat buruk gw itu, Tuhan memilihkan jalan ini, di mana pada jalan ini aku bersimpangan dengan orang-orang hebat, orang-orang yang mengenal hidup, dan mengerti arti bahagia.
Bayangin aja klo dulu gw di Bandung, apa iya diri gw bakal sebaik sekarang, gw gak akan kenal orang-orang kayak anak halan-halan atau hangout kemana gitu, atau anak-anak WAEE2011, Comitree dan lain-lain. Secara tidak langsung merekalah yang sudah membuatku berkembang seperti sekarang. Di sini gw tahu pentingnya sebuah proses daripada hasil, dan proses tidak pernah mengkhianati hasil, di sini gw tahu kalau cinta itu butuh perjuangan, gw juga tahu kalau mitos cewek dan cowok itu gak bisa sahabatan ternyata salah, di sini gw punya banyak temen-temen cewek yang gw sayang, gw bisa melihat dunia dari berbagai macam kacamata, sudut pandang serta pemikiran, dan di sini gw tahu masih banyak orang baik di dunia ini.
Dan akhirnya sekarang semua pada titik ujung akhir persimpangan panjang ini, sebentar lagi aku akan berpisah dengan mereka, dan kejadian saat aku berpisah dengan teman-teman SMAku pun terulang lagi, tetapi sekarang aku sudah paham, karena aku yakin Tuhan merasa waktuku dengan mereka sudah cukup, aku sudah mendapat pengalaman dari mereka, dan mungkin Tuhan sudah menyiapkan level kehidupan yang baru, buatku serta teman-temanku tersebut. Memang tidak semua pelajaran dan pengalaman itu bisa aku tuliskan satu-satu, atau orang-orangnya, tapi setidaknya semua itu sudah membuatku menjadi lebih berani menatap masa depan.

Quote dari seorang teman, "Kita mungkin merasa tidak sengaja dipertemukan, tapi entah mengapa, pertemuan denganmu memberikanku banyak pelajaran, dan kadang aku merasa, seperti aku hanya belajar darinya dan tidak kebalikannya, tapi Tuhan tahu, kita tidak dipertemukan begitu saja, jika kita mempelari prosesnya, maka kita akan paham, mungkin persimpangan ini sementara, atau mungkin suatu saat kita akan beradu peran lagi dalam drama alam semesta ini? Kita tidak pernah tahu, semua adalah misteri dari Sang Sutradara."